Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Lonsum (LSIP) Kantongi Laba Bersih Rp1,03 Triliun, Naik 4 Persen

Lonsum (LSIP) milik Grup Salim mengantongi laba bersih sebesar Rp1,03 triliun pada 2022, yang mencerminkan kenaikan 4 persen daripada 2021.
Kebun sawit./ Joshua Paul - Bloomberg
Kebun sawit./ Joshua Paul - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA — Emiten Grup Salim PT PP London Sumatra Indonesia Tbk. (LSIP) atau Lonsum melaporkan pertumbuhan laba bersih sebesar 4,43 persen secara tahunan menjadi Rp1,03 triliun sepanjang 2022, dari Rp992,42 miliar di tahun sebelumnya.

Kinerja ini dicapai Lonsum meskipun pendapatan hanya tumbuh 1,32 persen year-on-year (YoY) menjadi Rp4,58 triliun dibandingkan dengan Rp4,52 triliun pada periode sebelumnya. Lonsum juga tetap merasakan kenaikan kendati volume penjualan minyak sawit mentah (CPO) turun 10 persen menjadi 286.000 ton dari 318.000 ton pada 2021.

Laba kotor LSIP tercatat terkoreksi 17,57 persen menjadi Rp1,49 triliun pada 2022, dari Rp1,80 triliun tahun sebelumnya. Hal ini disebabkan oleh pembengkakan beban pokok penjualan sebesar 13,90 persen YoY menjadi Rp3,09 triliun, sementara pada 2021 hanya sebesar Rp2,71 triliun.

Pos laba usaha juga memperlihatkan kenaikan 1,10 persen YoY menjadi Rp1,20 triliun, dari sebelumnya Rp1,19 triliun. Kenaikan terutama Lonsum melakukan efisiensi pada sejumlah pos beban, di antaranya pada beban operasi lain yang ditekan 65,55 persen sehingga hanya menjadi Rp154,09 miliar dari Rp447,36 miliar pada 2021.

“Lonsum mempertahankan posisi keuangan yang sehat dan tidak adanya pendanaan melalui utang bank per 31 Desember 2022,” kata Presiden Direktur Lonsum Benny Tjoeng dalam keterangan resmi yang dikutip Rabu (1/3/2023).

Dia menyebutkan total produksi tandan buah segar (TBS) Lonsum naik 2 persen sepanjang 2022 menjadi 1,42 juta ton. Kenaikan terutama ditopang oleh bertambahnya pasokan TBS eksternal yang mengimbangi penurunan produksi kebun inti sebesar 2 persen menjadi 1,17 juta ton.

“Produksi kebun inti turun karena dampak cuaca yang tidak mendukung dan kegiatan peremajaan tanaman sawit,” kata dia.

Produksi TBS inti dan CPO mulai naik masing-masing 14 persen YoY dan 27 persen YoY pada semester II/2022. Benny mengatakan Lonsum akan melanjutkan kegiatan peremajaan lahan sawit tua dan berfokus pada upaya pengendalian biaya dan efisiensi.

“Untuk mendukung pertumbuhan organik, kami terus memperkuat posisi keuangan, mengendalikan biaya dan efisiensi, meningkatkan produktivitas, memprioritaskan belanja modal terutama pada kegiatan peremajaan kelapa sawit dan infrastruktur serta berfokus pada praktik-praktik agrikultur yang baik secara berkelanjutan,” katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper