Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

KINO Antisipasi Produksi Ramadan dan Lebaran sejak Akhir 2022

PT Kino Indonesia Tbk. (KINO) siapkan peningkatan produksi jelang Ramadan dan Lebaran 2023.
Produk minuman yang diproduksi PT Kino Indonesia Tbk. KINO siapkan peningkatan produksi jelang Ramadan dan Lebaran 2023. /kino.co.id
Produk minuman yang diproduksi PT Kino Indonesia Tbk. KINO siapkan peningkatan produksi jelang Ramadan dan Lebaran 2023. /kino.co.id

Bisnis.com, JAKARTA — Emiten barang konsumer PT Kino Indonesia Tbk. (KINO) telah menyiapkan produksi untuk mengantisipasi Ramadan dan Lebaran sejak akhir 2022.

Sekretaris Perusahaan Kino Indonesia Clara Alexandra Linanda mengemukakan produk makanan dan minuman KINO secara umum memiliki riwayat permintaan yang tinggi selama Ramadan dan Lebaran. Meski tidak memerinci target kenaikan penjualan pada tahun ini, tetapi dia optimistis KINO dapat menyambut Ramadan dan Lebaran 2023.

“Kami meluncurkan kampanye pemasaran baru, memastikan produk kami didistribusikan secara luas sehingga dapat tersedia untuk konsumen beli, dan tentu saja meningkatkan produksi untuk memenuhi permintaan,” kata Clara, Senin (20/2/2023).

Di tengah risiko ketidakpastian ekonomi, Clara mengatakan KINO tetap optimistis karena peluang pasar yang tersedia di tengah populasi yang berkembang dan beragamnya segmen produk yang belum dimasuki.

“Meskipun ada ketidakpastian ekonomi global tahun ini, kami tetap optimistis karena banyaknya peluang di pasar, dengan populasi besar dan segmen-segmen baru yang kami belum masuki,” kata dia.

Sepanjang Januari—September 2022, Kino Indonesia membukukan penjualan bersih sebesar Rp2,83 triliun. Realisasi tersebut turun 3,3 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp2,93 triliun.

Sementara itu, posisi bottom line KINO berbalik membukukan rugi bersih Rp245,78 miliar dibandingkan dengan laba bersih Rp82,80 miliar pada tahun lalu.

Untuk kinerja sampai akhir 2022, manajemen Kino Indonesia sebelumnya menyatakan performa di kuartal IV/2022 dapat meningkat sehingga penurunan secara tahunan dapat dipangkas. KINO memperkirakan penjualan turun satu digit dibandingkan dengan 2021.

Pendapatan bersih KINO sempat mencapai Rp4,67 triliun pada 2019, lalu turun menjadi Rp4,02 triliun pada 2020. Penjualan KINO kembali terkoreksi menjadi Rp3,97 triliun pada 2021 atau turun 1,2 persen yoy dibandingkan dengan 2020.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Hafiyyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper