Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Wall Street Ditutup Bervariasi, Laporan Keuangan Emiten Picu Kekhawatiran Resesi

Wall Street ditutup Bervariasi dengan indeks S&P 500 jeblok terimbas laporan keuangan para emiten yang memicu kekhwatiran terjadinya resesi.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 26 Januari 2023  |  07:20 WIB
Wall Street Ditutup Bervariasi, Laporan Keuangan Emiten Picu Kekhawatiran Resesi
Pekerja berada di lantai Bursa Efek New York (NYSE) di New York, AS, Senin (3/1/2021). Bloomberg - Michael Nagle
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Indeks-indeks saham utama Wall Street ditutup beragam pada akhir perdagangan Rabu (25/1/2023), dengan indeks S&P 500 turun terimbas rilisnya serangkaian laporan laba perusahaan terbaru menghidupkan kembali kekhawatiran atas resesi akibat kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed) AS.

Indeks Dow Jones Industrial Average menguat 9,88 poin atau naik tipis 0,03 persen ke posisi 33.743,84 poin. Indeks S&P 500 turun 0,73 poin atau 0,02 persen ke 4.016,22 poin. Sementara Indeks Komposit Nasdaq juga turun 20,91 poin atau 0,18 persen, menjadi ditutup di level 11.313,36.

Lima dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di zona merah, dengan sektor utilitas menderita persentase kerugian terbesar.

Nasdaq yang merupakan indeks teknologi tertekan setelah Microsoft Corp, perusahaan teknologi besar pertama yang membukukan hasil kuartalan, mencatatkan laporan yang suram dan mengibarkan bendera merah sehubungan dengan rekan-rekan megacap-nya yang belum melaporkan.

"Kami mengalami hari-hari naik turun, yang menunjukkan tarik-menarik yang sedang berlangsung," kata Kepala Eksekutif Horizon Investment Services, Chuck Carlson, di Hammond, Indiana sebagaimana dikutip Antara, Kamis (26/1/2023).

"Hasil itu telah menjadi katalis bagi pasar dengan satu atau lain cara," tambah Carlson.

"Penghasilan [laba dalam laporan keuangan] itu penting, tetapi yang benar-benar menjadi fokus pasar adalah kisah suku bunga/inflasi Fed."

Musim laporan keuangan kuartal keempat telah bergeser menjadi overdrive, dengan 95 perusahaan di Indeks S&P 500 telah melaporkan. Dari jumlah tersebut, 67 persen telah mengalahkan perkiraan konsensus, jauh di bawah tingkat rata-rata 76 persen selama empat kuartal terakhir, menurut Refintiv.

Para analis sekarang memperkirakan laba agregat S&P 500 turun 3,0 persen tahun-ke-tahun, hampir dua kali lipat penurunan 1,6 persen yang terlihat pada 1 Januari, menurut Refinitiv.

Abbott Laboratories turun 1,4 persen, karena penjualan perangkat medis yang lebih lemah dari perkiraan membebani saham.

Di antara para pemenang, saham News Corp melonjak 5,7 persen setelah Rupert Murdoch menarik proposal untuk menyatukan kembali News Corp dan Fox Corp.

AT&T Inc juga memberikan panduan yang mengecewakan tetapi fokus barunya pada bisnis telekomunikasi membantu meningkatkan jumlah pelanggan, membuat sahamnya naik 6,6 persen.

General Dynamics Corp mengalahkan ekspektasi triwulanan, tetapi perkiraan 2023 yang lemah membantu mengirim saham kontraktor pertahanan itu meluncur 3,6 persen.

Saham Tesla Inc mengalami kerugian dalam perdagangan yang diperpanjang setelah pembuat mobil listrik itu mengalahkan perkiraan pendapatan kuartal keempat.

Volume perdagangan di bursa AS mencapai 10,89 miliar saham, dibandingkan dengan rata-rata 10,78 miliar selama 20 hari perdagangan terakhir.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

wall street the fed dow jones nasdaq
Editor : Ibad Durrohman
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top