Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Wall Street Ditutup Bervariasi Tepicu Rislis Laporan Keuangan Emiten

Indeks-indeks utama Wall Street ditutup bervariasi pada akhir perdagangan Selasa (24/1/2023) terimbas rilis laporan keuangan beberapa emiten.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 25 Januari 2023  |  08:04 WIB
Wall Street Ditutup Bervariasi Tepicu Rislis Laporan Keuangan Emiten
Karyawan berada di Bursa Efek New York (NYSE) di New York, AS, Senin (27/6/2022). Bloomberg - Michael Nagle
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA —  Indeks-indeks utama Wall Street ditutup bervariasi pada akhir perdagangan Selasa (24/1/2023), karena investor mencerna laporan laba emiten dan data ekonomi dengan indeks S&P 500 turun tipis di sesi yang sulit di tengah kerusakan teknis komputer pada bursa Amerika itu.

Indeks Dow Jones Industrial Average naik 104,40 poin atau 0,31 persen ke posisi 33.733,96 poin. Indeks S&P 500 kehilangan 2,86 poin turun 0,07 persen, ke posisi 4.016,95 poin. Indeks Komposit Nasdaq juga turun 30,14 poin atau 0,27 persen, menjadi ditutup di 11.334,27 poin.

Di antara 11 sektor utama S&P 500, sektor industri memimpin persentase keuntungan, sementara sektor layanan komunikasi mengalami kerugian terbesar.

Serangkaian saham yang tercatat di NYSE dihentikan di puncak sesi karena kerusakan teknis, yang menyebabkan kebingungan harga awal dan mendorong penyelidikan oleh Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC).

Lebih dari 80 saham terpengaruh oleh kesalahan tersebut, yang menyebabkan ayunan harga pembukaan di lusinan saham, termasuk Walmart Inc dan Nike Inc.

"Semua orang mengalami masalah komputer, pertama maskapai penerbangan dan sekarang NYSE," kata Ahli Strategi Portofolio Senior Ingalls & Snyder, Tim Ghriskey, di New York, sebagaimana dikutip Antara, Rabu (25/1/2023).

"Beberapa data jelas buruk, Itu mengejutkan. Tak terduga" tambah Ghriskey.

Musim laporan laba kuartal keempat berjalan lancar, dengan 72 perusahaan di S&P 500 telah melaporkan. Dari jumlah tersebut, 65 persen telah mengalahkan konsensus, hanya sedikit di bawah rata-rata jangka panjang 66 persen, menurut Refinitiv.

Secara agregat, analis sekarang memperkirakan laba perusahaan S&P 500 2,9 persen di bawah kuartal tahun lalu, turun dari penurunan tahun-ke-tahun 1,6 persen yang terlihat pada 1 Januari, menurut Refinitiv.

"The Fed akan memisahkan laporan laba dan melihat bagaimana keadaan ekonomi, mengingat kenaikan suku bunga dan masalah lain di luar sana," kata Ghriskey.

"Kami semakin dekat ke titik di mana Fed melihat kemajuan yang cukup dalam pertarungan inflasi untuk menghentikan kenaikan suku bunga dan itulah mengapa pasar bereaksi positif akhir-akhir ini" Ujarnya.

Data ekonomi menunjukkan kontraksi yang lebih dangkal dari perkiraan di sektor manufaktur dan jasa-jasa pada minggu-minggu pertama tahun ini, menunjukkan bahwa suku bunga restriktif Federal Reserve meredam permintaan.

Intercontinental Exchange Inc, pemilik New York Stock Exchange, turun 2,2 persen karena penyelidik SEC mencari penyebab kebingungan bel pembukaan Selasa (24/1/2023).

Saham Alphabet Inc. merosot 2,1 persen setelah Departemen Kehakiman mengajukan gugatan terhadap Google karena menyalahgunakan dominasinya dalam bisnis periklanan digital.

Konglomerat industri 3M Co dan General Electric Co sama-sama memberikan panduan ke depan yang kurang memuaskan karena hambatan inflasi. Saham 3M anjlok 6,2 persen sementara saham General Electric naik 1,2 persen.

Operator kereta api Union Pacific Corp gagal mencapai estimasi laba karena kekurangan tenaga kerja dan cuaca buruk menunda pengiriman. Sahamnya turun 3,3 persen.

Volume perdagangan di bursa AS mencapai 10,58 miliar saham, dibandingkan dengan rata-rata 10,61 miliar selama 20 hari perdagangan terakhir.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

wall street dow jones
Editor : Ibad Durrohman
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top