Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Emiten Cinta Laura, OASA Kejar Pendapatan Rp40,8 Miliar Akhir 2022

OASA optimistis meraup pendapatan Rp40,8 miliar akhir 2022 dari proyek di Cawang.
Dari kiri ke kanan: Komisaris PT Maharaksa Biru Energi Tbk Cinta Laura Kiehl, Direktur Utama/CEO PT Maharaksa Biru Energi Tbk Bobby Gafur S. Umar, dan Komisaris PT Maharaksa Biru Energi Tbk John Pieter Nazar, berbincang sebelum Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB)  PT Maharaksa Biru Energi Tbk., di Jakarta, Senin (27/6/2022). RUPSLB PT Protech Mitra Perkasa Tbk. menyetujui pengangkatan Hariyadi BS Sukamdani sebagai Komisaris Utama, dan Cinta Laura Kiehl sebagai Komisaris Perseoran.
Dari kiri ke kanan: Komisaris PT Maharaksa Biru Energi Tbk Cinta Laura Kiehl, Direktur Utama/CEO PT Maharaksa Biru Energi Tbk Bobby Gafur S. Umar, dan Komisaris PT Maharaksa Biru Energi Tbk John Pieter Nazar, berbincang sebelum Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Maharaksa Biru Energi Tbk., di Jakarta, Senin (27/6/2022). RUPSLB PT Protech Mitra Perkasa Tbk. menyetujui pengangkatan Hariyadi BS Sukamdani sebagai Komisaris Utama, dan Cinta Laura Kiehl sebagai Komisaris Perseoran.

Bisnis.com, JAKARTA — Dengan sejumlah proyek di tangan, emiten selebritis Cinta Laura PT Maharaksa Biru Energi Tbk (OASA) berupaya mengejar pendapatan hingga Rp40,8 miliar pada akhir 2022, naik lebih dari delapan kali lipat dari tahun lalu.

CEO/Direktur Utama OASA Bobby Gafur Umar optimistis kinerja keuangan perseroan di penghujung 2022 sudah akan meningkat jika dibandingkan dengan tahun 2021, seiring dengan sudah berjalannya beberapa proyek. 

"Pendapatan konsolidasi pada tahun 2022 ini akan meningkat. Dari Rp4,5 miliar pada tahun 2021 lalu, menjadi Rp40,8 miliar tahun 2022 ini," ujarnya pada paparan publik, dikutip Sabtu (24/12/2022).

Tahun ini, OASA telah mengantongi sejumlah proyek dan sudah mulai dikerjakan, sedangkan beberapa lagi sedang dalam tahap persiapan. Seluruhnya diharapkan tuntas pada 2026 mendatang. 

Proyek yang tengah digarap mulai dari proyek pengolahan sampah (PSEL) di Cakung Jakarta, proyek bio energi, proyek bio industri, sampai proyek pengolahan limbah di Ibu Kota Nusantara.

"Kami optimis, seluruh proyek tersebut akan dapat diselesaikan tahun 2026, sehingga ke depan akan memberikan kontribusi sangat positif pada pendapatan Perseroan," ujar Bobby.

Sejak awal tahun ini, OASA juga sudah menyiapkan cetak biru yang akan menjadi acuan dalam menggerakkan dan memacu bisnis ke depan. 

"Pendapatan dari kontrak proyek-proyek sudah mulai dibukukan pada kuartal IV/2022," kata Bobby.

Kinerja OASA sendiri sampai dengan akhir September 2022 anjlok cukup dalam dengan catatan rugi Rp5,03 miliar, berbalik dari periode yang sama tahun sebelumnya laba Rp1,03 miliar.

Kerugian tersebut juga bersumber dari penurunan pendapatan OASA yang anjlok hingga 75,73 persen menjadi Rp808,50 juta, dari sebelumnya sebesar Rp3,33 miliar. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper