Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Sepekan Melantai di BEI, Saham Techno9 (NINE) Sudah Anjlok ke Rp47

Jika dibandingkan dengan harga IPO Rp75 per saham, saham Techno9 Indonesia (NINE) telah terkoreksi 37,33 persen.
PT Techno9 Indonesia Tbk. (NINE)/Istimewa.
PT Techno9 Indonesia Tbk. (NINE)/Istimewa.

Bisnis.com, JAKARTA — Harga saham emiten pendatang baru PT Techno9 Indonesia Tbk. (NINE) melanjutkan penurunan dan menyentuh level Rp47 pada penutupan perdagangan sesi pertama, Jumat (9/12/2022). Saham NINE berada di bawah Rp50 per saham hanya sepekan setelah menggelar initial public offering alias IPO pada Senin (5/12/2022).

Saham NINE telah turun 9,62 persen atau 5 poin dari harga penutupan kemarin. Jika dibandingkan dengan harga IPO Rp75 per saham, NINE telah terkoreksi 37,33 persen.

Sebagaimana diketahui, NINE resmi mencatatkan sahamnya di papan akselerasi Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin (5/12/2022). NINE menjadi perusahaan tercatat ke-55 di BEI pada 2022.

Adapun jumlah saham yang dicatatkan di BEI adalah 2,157 miliar saham dengan perincian saham pendiri sebesar 1,72 miliar saham dan saham IPO sebanyak 432 juta saham dengan nominal Rp10 per saham.

Dengan harga penawaran saham Rp75 per saham, maka NINE berhasil meraup dana segar dari publik sebanyak Rp32,40 miliar. Mayoritas dana hasil IPO yakni 52,66 persen akan digunakan untuk modal kerja dalam rangka pengembangan kegiatan usaha. Sisanya akan dipakai untuk ekspansi service point dan pembelian gudang penyimpanan barang.

Mengutip Keputusan Direksi Bursa Efek Indonesia dengan nomor surat Kep-00098/BEI/12-2021, harga minimum yang berlaku untuk efek bersifat ekuitas berbentuk saham yang diperdagangkan pada Papan Akselerasi adalah Rp1.

Sementara itu, batasan auto rejection untuk saham yang diperdagangkan di papan akselerasi dengan harga lebih dari Rp10 adalah lebih dari plus atau minus 10 persen.

Dari sisi bisnis, NINE dikabarkan akan memasarkan segmen usaha baru yaitu aplikasi kesehatan Hospital Information System (HIS). Salah satu keunggulan dari aplikasi HIS ini adalah terintegrasi secara keseluruhan antara data medik dan non-medik seperti akuntansi, gudang, dan lain-lain.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper