Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv
Live

Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS Hari Ini Masih Bearish Nih

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS hari ini diperkirakan akan kembali melemah, simak penyebabnya.
Nuhansa Mikrefin Yoedo Putra
Nuhansa Mikrefin Yoedo Putra - Bisnis.com 05 Desember 2022  |  16:30 WIB
Live
Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS Hari Ini Masih Bearish Nih
Mata uang dolar di salah satu penukaran uang di Jakarta, Minggu (9/10/2022). Bisnis - Fanny Kusumawardhani
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS hari ini diperkirakan akan kembali melemah, simak penyebabnya.

Direktur Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi memperkirakan rupiah akan dibuka berfluktuatif untuk pada Senin (5/12/2022). Akan tetapi besar kemungkinan rupiah ditutup pada rentang Rp15.400 hingga Rp15.470.

Mata uang rupiah ditutup menguat ke level Rp15.425 pada perdagangan akhir pekan, Jumat (2/12/2022) di tengah pelemahan indeks dolar AS.

Mengutip data Bloomberg, rupiah ditutup menguat 137 poin atau 0,88 persen ke Rp15.425,5 per dolar AS. Sementara itu, indeks dolar AS terpantau melemah 0,17 persen ke 104,54.

Mata uang Garuda ditutup perkasa bersama mayoritas mata uang di Asia seperti peso Filipina 0,69 persen, yen Jepang menguat 0,41 persen, dolar Taiwan 0,30 persen, ringgit Malaysia 0,29 persen, baht Thailand 0,16 persen, yuan Cina 0,13 persen, dan dolar Singapura 0,07 persen.

Won Korea Selatan menjadi satu-satunya mata uang kawasan Asia yang melemah dengan turun 0,06 persen pada perdagangan hari ini. 

Ibrahim Assuaibi mengatakan rasa hati-hati pelaku pasar muncul jelang rilisnya data upah Amerika Serikat. Data ini diperkirakan mempengaruhi kebijakan moneter meski Federal Reserve telah memberi sinyal dovish yang mendorong dolar ke level terendah dalam tiga bulan.

The Fed juga telah membuat skenario positif untuk aset yang digerakkan oleh risiko dengan menetapkan kenaikan mata uang regional. Hal ini juga menandai adanya kenaikan suku bunga yang lebih kecil dalam beberapa bulan mendatang.

Ibrahim mengatakan fokus pasar sekarang adalah pada data non-farm payrolls AS yang akan rilis hari ini. Data tersebut diharapkan dapat menunjukkan pasar pekerjaan AS sedikit mendingin di bulan November.

“The Fed juga menargetkan pendinginan di pasar tenaga kerja sebagai bagian dari langkah-langkahnya terhadap inflasi tahun ini,” pungkas Ibrahim.

16:30 WIB

Rupiah Ditutup Melemah

Mengutip data Bloomberg, rupiah ditutup melemah 0,24 persen atau 37 poin ke Rp15.462 per dolar AS. Sementara itu, indeks dolar AS terpantau menguat 0,01 persen ke 104,57.
Bersama rupiah, yen Jepang juga melemah 0,54 persen, peso Filipina melemah 0,42 persen, dan rupee India melemah 0,45 persen.
16:15 WIB

IHSG Ditutup Terkoreksi

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,46 persen atau 32,3 poin ke level 6.987,32 pada perdagangan Senin (5/12/2022). Saham teknologi seperti NINE, GOTO, hingga bank digital seperti BBYB menjadi saham yang turun paling dalam pada perdagangan hari ini.

13:00 WIB

Dolar AS berpotensi melemah

Tim riset MIFX menyatakan nilai tukar EURUSD berpeluang bergerak naik pada Senin (5/12/2022) di tengah outlook melemahnya dolar AS serta meredanya kekhawatiran penyebaran virus Covid di Tiongkok yang memulihkan permintaan aset berisiko. Fokus pasar pada hari ini akan tertuju ke data ekonomi Jerman dan zona euro.

Adapun pelemahan dolar AS yang dipicu oleh pernyataan pejabat Federal Reserve AS yang cenderung dovish dengan mengatakan bahwa kenaikan suku bunga kemungkinan akan lebih lambat.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Gonjang Ganjing Rupiah Rupiah dolar as Kebijakan The Fed
Editor : Pandu Gumilar
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top