Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Harga Minyak Terimbas Dolar AS, WTI Naik 4 Sesi

Harga minyak WTI mendapat sentimen positif pelemahan dolar AS, yang membuatnya lebih murah bagi pemegang mata uang lain.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 02 Desember 2022  |  06:48 WIB
Harga Minyak Terimbas Dolar AS, WTI Naik 4 Sesi
Harga minyak WTI mendapat sentimen positif pelemahan dolar AS, yang membuatnya lebih murah bagi pemegang mata uang lain. - Bloomberg
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Harga minyak WTI naik 4 sesi berturut-turut di tengah pelemahan dolar AS, data manufaktur AS yang meresahkan, dan ketidakpastian atas tindakan OPEC+ selanjutnya.

Harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Januari naik 67 sen atau 0,8 persen menjadi US$81,22 per barel. Harga minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Februari turun 9 sen atau 0,1 persen menjadi US$86,88 per barel, mengutip Antara.

Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, merosot 1,15 persen menjadi 104,7300 pada akhir perdagangan Kamis (1/12/2022), mendorong kenaikan harga minyak.

Pada Rabu (30/11/2022), WTI dan Brent masing-masing melonjak 3,0 persen dan 2,9 persen, setelah data menunjukkan penurunan hampir 13 juta barel dalam persediaan minyak mentah AS selama pekan yang berakhir 25 November.

Sementara itu, Pemerintah Uni Eropa untuk sementara telah menyetujui harga US$60 per barel karena batas harga minyak lintas laut Rusia, juga meredam kenaikan harga minyak.

Batas yang diusulkan, dengan mekanisme penyesuaian untuk mempertahankannya pada 5,0 persen di bawah harga pasar minyak, masih lebih tinggi dari perkiraan banyak orang, mempersempit peluang pembalasan Rusia dalam bentuk pengurangan produksi atau ekspor.

Minyak dan aset berisiko lainnya tertatih-tatih oleh penurunan indeks manufaktur AS di bawah level kunci 50 poin, yang pertama dalam hampir 2,5 tahun. Indeks manajer pembelian manufaktur S&P Global AS berada di 47,7 pada November, turun 2,7 poin dari pembacaan Oktober. Angka tersebut menunjukkan penurunan paling tajam sejak Juni 2020.

Pedagang juga menunggu Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan sekutunya, yang secara kolektif dikenal sebagai OPEC+, karena kelompok tersebut akan bertemu pada 4 Desember. Pada Oktober, aliansi minyak setuju untuk mengurangi target produksinya sebesar 2 juta barel per hari mulai November untuk menopang harga.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Harga Minyak harga minyak mentah wti dolar as

Sumber : Antara

Editor : Hafiyyan
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top