Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Live

Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS Hari Ini, 24 November 2022

Mata uang rupiah hari ini diprediksi masih memiliki potensi melemah di rentang Rp15.670-Rp15.740 per dolar AS.
Annisa Kurniasari Saumi
Annisa Kurniasari Saumi - Bisnis.com 24 November 2022  |  15:42 WIB
Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS Hari Ini, 24 November 2022
Petugas bank menunjukkan uang di BNI KC Mega Kuningan, Jakarta, Selasa (28/6/2022). ANTARA FOTO - Aprillio Akbar
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Nilai tukar rupiah hari ini diprediksi berupaya mempertahankan posisinya di level Rp15.600-an per dolar AS.

Kemarin (23/11/2022), mata uang Garuda ditutup menguat 10 poin atau 0,06 persen ke Rp15.686 per dolar AS, bersama dengan mata uang lain di kawasan Asia.

Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi memprediksi mata uang rupiah hari ini kemungkinan cenderung melemah di rentang Rp15.670-Rp15.740 per dolar AS.

Kemarin dolar AS terpantau bergerak stabil karena investor meredam selera risiko mereka menjelang rilis risalah pertemuan kebijakan Federal Reserve.

Sementara itu, dari dalam negeri Bank Indonesia terus melakukan bauran strategi ekonomi, untuk melakukan stabilisasi nilai tukar rupiah. BI juga terus melakukan intervensi besar di pasar valuta asing, obligasi di perdagangan Domestic Non Deliverable Forward (DNDF), walaupun berimbas terhadap menurunnya cadangan devisa .

"Namun apa yang dilakukan oleh BI sudah sesuai dengan regulasi yang bertujuan untuk menahan pelemahan mata uang rupiah imbas kenaikan inflasi global," kata Ibrahim dalam risetnya.

Mengutip Bloomberg, Kamis (24/11/2022),  risalah rapat bank sentral 1-2 November menunjukkan berapa pejabat The Fed mendukung kebutuhan untuk memoderasi laju kenaikan suku bunga. Hanya sebagian kecil dari pejabat ini yang menggarisbawahi perlunya suku bunga yang lebih tinggi.

Sejak pertemuan terakhir The Fed, investor telah mengurai kumpulan data ekonomi yang sedikit meredakan kekhawatiran inflasi, semakin memperkuat kemungkinan kenaikan suku bunga yang lebih kecil.

“Risalah itu dovish karena mereka mengakui melemahnya permintaan konsumen dan pengetatan kondisi ekonomi serta keuangan internasional,” kata Jay Hatfield dari Infrastructure Capital Management.

Namun, beberapa investor berpikir bahwa risalah rapat tidak menyampaikan sesuatu yang baru dan bahwa pasar mungkin bereaksi berlebihan terhadap perubahan sinyal The Fed yang dirasakan.

Untuk mencermati dinamika nilai tukar rupiah hari ini, mari saksikan secara live di sini. 

15:23 WIB

Rupiah ditutup perkasa Rp15.665

Rupiah menguat 0,14 persen atau 21,50 poin ke Rp15.665 per dolar AS pada akhir perdagangan hari ini. 

Adapun indeks dolar AS melemah 0,05 persen atau 0,05 poin ke 106,02. 

14:18 WIB

Rupiah menguat 0,18 persen

Rupiah menguat 0,18 persen atau 29 poin ke Rp15.657,50 per dolar AS pada 14.13 WIB. 

Sementara itu, indeks dolar AS melemah 0,32 persen atau 0,34 poin ke 105,74. 

11:42 WIB

Rupiah perkasa Rp15.639

Rupiah menguat 0,30 persen atau 47,50 poin ke Rp15.639 per dolar AS pada 11.22 WIB.

Sementara itu, indeks dolar AS terpantau melemah 0,29 persen atau 0,31 poin ke 105,77. 

11:08 WIB

Rupiah menguat Rp15.635

Rupiah menguat 0,33 persen atau 51 poin ke Rp15.635,50 per dolar AS pada 11.05 WIB.

Adapun indeks dolar AS terpantau melemah 0,41 persen atau 0,44 poin ke 105,64. 

09:45 WIB

Rupiah perkasa Rp15.645

Pada 09.05 WIB, nilai tukar rupiah dibuka menguat 41,5 poin atau naik 0,26 persen sehingga berada di posisi Rp15.645 per dolar AS. Sementara itu, Indeks dolar AS terpantau melemah 0,24 persen atau turun 0,25 poin ke 105,77.

Sementara itu, mayoritas mata uang lain di kawasan Asia juga terpantau menguat terhadap dolar AS pada perdagangan pagi ini.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

nilai tukar rupiah Rupiah dolar as federal reserve
Editor : Farid Firdaus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top