Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv
Live

Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini, Yakin ke 7.100?

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan berpeluang menguat menguji resistance di 7.128 pada perdagangan hari ini.
Annisa Kurniasari Saumi
Annisa Kurniasari Saumi - Bisnis.com 15 November 2022  |  15:50 WIB
Live
Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini, Yakin ke 7.100?
Pegawai mengamati layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (27/10/2022). Bisnis - Himawan L Nugraha
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan berpeluang menguat menguji resistance di 7.128 pada perdagangan hari ini, Selasa (15/11/2022).

Tim Riset MNC Sekuritas mengatakan IHSG ditutup terkoreksi 1 persen ke 7.014 pada perdagangan kemarin (14/11/2022). Namun, koreksinya masih tertahan oleh MA20.

"Selama IHSG tidak terkoreksi ke bawah 6.956 sebagai area supportnya, maka posisi IHSG diperkirakan sudah menyelesaikan wave b pada skenario hitam atau wave (ii) pada skenario merah," tulis Tim Riset MNC Sekuritas, Selasa (15/11/2022).

Selanjutnya, IHSG berpeluang untuk menguji kembali area resistance di 7.128. Apabila tertembus, maka terdapat kemungkinan IHSG akan mengarah ke 7.242 terlebih dahulu.

MNC Sekuritas menuturkan support IHSG berada pada level 6.980 dan 6.956, sementara resistance pada 7.128, dan 7.178.

Berikut adalah saham-saham rekomendasi MNC Sekuritas hari ini:

INCO - Buy on Weakness
INCO ditutup terkoreksi 1,7 persen ke 7.300 pada perdagangan kemarin (14/11/2022) dan disertai dengan munculnya volume penjualan. Kami perkirakan, posisi INCO saat ini sedang berada di awal wave (iv) dari wave [c] dari wave Y, sehingga INCO akan terkoreksi terlebih dahulu dan dapat dimanfaatkan untuk BoW.
Buy on Weakness: 6.925-7.250
Target Price: 7.550, 8.225
Stoploss: below 6.800

INKP - Buy on Weakness
INKP ditutup terkoreksi 0,2 persen ke 10.050 pada perdagangan kemarin (14/11/2022). Posisi INKP saat ini sedang berada pada bagian dari wave [iv] dari wave 5, sehingga INKP masih rawan terkoreksi terlebih dahulu dan dapat dimanfaatkan untuk BoW.
Buy on Weakness: 9.750-10,000
Target Price: 10.400, 10.750
Stoploss: below 9.350

LSIP - Buy on Weakness
LSIP ditutup di 1.110 pada perdagangan kemarin (14/11/2022). Selama tidak terkoreksi ke bawah 1.030 sebagai stoploss-nya, maka posisi LSIP saat ini sedang berada pada bagian dari wave [ii] dari wave 1 sehingga LSIP masih rawan koreksi dahulu dan dapat dimanfaatkan untuk BoW.
Buy on Weakness: 1.060-1.090
Target Price: 1.170, 1.230
Stoploss: below 1.030

TINS - Buy on Weakness
TINS ditutup terkoreksi 0,3 persen ke 1.445 pada perdagangan kemarin (14/11/2022) dan disertai dengan munculnya volume penjualan. Posisi TINS saat ini sedang berada pada bagian dari wave iv dari wave (iii) dari wave [iii], sehingga koreksi TINS dapat dimanfaatkan untuk BoW.
Buy on Weakness: 1.405-1.445
Target Price: 1.525, 1.600
Stoploss: below 1.325

15:50 WIB

IHSG Terjerembab

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat pada hari ini, Selasa(15/11/2022), saham ARTO, BBCA menguat saat BUMI dan ASII terjerembab.

Berdasarkan data RTI pukul 15.01 WIB, IHSG ditutup menguat 0,23 persen atau naik 16,1 poin ke posisi 7.035,5 pada akhir perdagangan. Sepanjang sesi, IHSG bergerak fluktuatif di rentang 6.999--7.048.

Kapitalisasi pasar naik ke Rp9.456,81 triliun, terdapat 255 saham menguat, 276 saham berakhir di zona merah, dan 176 saham stagnan.

11:56 WIB

IHSG terkoreksi tipis

IHSG tergelincir 0,02 persen ke posisi 7.017 setelah sempat menguat sampai posisi 7.048 pada sesi I perdagangan. Ketika ditutup terdapat 225 saham mengalami penguatan dan 269 yang melemah sedangakn 201 saham sisanya terpantau stagnan. 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG rekomendasi saham lsip timah
Editor : Pandu Gumilar
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top