Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv
Live

Pergerakan Harga Emas Hari Ini, 14 November 2022, Hawkish The Fed

Harga emas global hari ini berpotensi dibeli menguji resistensi US$1.777 per troy ounce.
Farid Firdaus
Farid Firdaus - Bisnis.com 14 November 2022  |  15:16 WIB
Pergerakan Harga Emas Hari Ini, 14 November 2022, Hawkish The Fed
Ilustrasi emas global - Pexels.
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Harga emas global hari ini berpotensi menguat, namun pergerakannya cenderung diwarnai oleh penguatan dolar Amerika Serikat (AS).

Tim analis Monex Investindo Futures mencatat, harga emas berakhir naik US$15,52 ke level US$1.770,85 per troy ounce pada Jumat (11/11/2022) karena ditopang oleh sentimen pelemahan dolar AS dibalik perilisan data Prelim UoM Consumer Sentiment AS yang pesimis dan prospek kenaikan suku bunga AS yang lebih rendah di masa depan.

“Di sesi Asia hari ini, harga emas berpotensi dibeli menguji resistensi US$1.777. Namun jika bergerak turun ke bawah level US$1.755, maka berpeluang dijual menguji support US$1.750 per troy ounce,” tulis Monex, Senin (14/11/2022).

Sementara itu, dolar AS terpantau menguat mengawali pekan ini setelah sikap Gubernur Federal Reserve Christoper Waller yang mendorong kembali taruhan bahwa Bank Sentral mendekati akhir dari siklus kenaikan suku bunga acuannya. Dolar yang menguat cenderung memengaruhi laju emas.

Mengutip Bloomberg, pagi ini mata uang yen Jepang jatuh sebanyak 0,8 persen sementara dolar Australia turun 0,3 persen terhadap greenback setelah Waller mengatakan bank sentral AS memiliki cara untuk melaju sebelum berhenti menaikkan suku bunga. Waller juga mengatakan pasar mendapat jalan atas pendinginan tak terduga dalam inflasi.

“Pasar bereaksi terhadap komentar hawkish Waller yang merupakan pengingat bahwa Fed tidak akan mengubah pandangannya pada satu hasil CPI yang baik," kata Jason Wong, ahli strategi di Bank of New Zealand.

Kenaikan greenback terjadi setelah ukuran dolar turun 3,5 persen minggu lalu, penurunan terbesar sejak hari-hari awal pandemi karena para pedagang memangkas taruhan pada kenaikan Fed yang agresif setelah inflasi AS melambat lebih dari yang diharapkan. Imbal hasil Treasury AS juga sempat jatuh dan saham melonjak dari harapan The Fed tidak perlu menaikkan suku bunga sebanyak yang diantisipasi.

Para analis memprediksi pembicaraan The Fed minggu ini kemungkinan akan mendorong kembali reaksi pasar karena mereka ingin memperketat kondisi keuangan, bukan melonggarkannya.

Para Investor juga akan melihat hasil pertemuan antara Presiden AS Joe Biden dan Xi Jinping dari China saat para pemimpin dari seluruh dunia berkumpul di KTT G20 di Bali, Indonesia.

Simak pergerakan harga emas global secara live di sini. 

Sumber : Bloomberg


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Harga Emas Hari Ini logam mulia dolar as harga emas comex the fed

Sumber : Bloomberg

Editor : Farid Firdaus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top