Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

IPO Blibli (BELI) Oversubscribed 4,4 Kali, SWF Asing Ikut Masuk

IPO Blibli disebut mendapat dukungan para sovereign wealth fund (SWF), multi strategic funds, hingga private wealth management.
Annisa Kurniasari Saumi
Annisa Kurniasari Saumi - Bisnis.com 08 November 2022  |  16:14 WIB
IPO Blibli (BELI) Oversubscribed 4,4 Kali, SWF Asing Ikut Masuk
Dari kiri: Direktur Investment Banking BRI Danareksa Sekuritas Kevin Praharyawan, Chief Financial Officer (CFO) Tiket.com Ronald Winardi, Chief Executive Officer (CEO) Tiket.com George Hendrata, Direktur Utama PT Global Digital Niaga Tbk. (BELI) Kusumo Martanto, Direktur BELI Hendry, Direktur BELI Eric Alamsjah Winarta, Presiden Direktur BCA Sekuritas Mardy Sutanto, dan Investor Relations BELI Nathaniel Nadlo Widjaja dalam paparan publik BELI, di Jakarta, Selasa (18/10 - 2022).\\r\\n
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten teknologi Grup Djarum PT Global Digital Niaga Tbk. (BELI) atau Blibli resmi mencatatkan sahamnya pada hari ini, Selasa (8/11/2022). Manajemen menyampaikan selaman penawaran umum, saham perdana Blibli mengalami kelebihan permintaan atau oversubscribed hingga 4,4 kali.

Chief of Corporate Secretary & Investor Relations Blibli Eric Alamsjah Winarta mengatakan Blibli berhasil mencatatkan harga perdana saham yang mendekati batas atas rentang harga yang diumumkan, yakni pada Rp450 per saham.

Selain itu, kata dia, jumlah saham yang ditawarkan juga berhasil dimaksimalkan sebanyak 15 persen dari modal ditempatkan dan disetor. Dengan hasil tersebut, Blibli dapat menggalang dana hingga Rp8 triliun.

"Penawaran umum ini juga dapat dukungan yang cukup besar dan minat yang kuat dari investor, baik dari domestik dan asing, terdiri dari sovereign wealth fund, multi strategic funds, private wealth management dan sebagainya," ujar Eric dalam konferensi pers, Selasa (8/11/2022).

Menurutnya, kuatnya antusiasme dari investor ini juga berhasil meningkatkan tingkat kelebihan permintaan atau oversubscription 4,4 kali lipat pada pooling portion atau penjatahan terpusat.

"Ini menyebabkan kami harus meningkatkan alokasi penjatahan terpusat, dari 2,5 persen menjadi 5 persen dari keseluruhan jumlah penawaran," ucap dia.

Lebih lanjut, Eric mengatakan dengan total kapitalisasi pasar Rp53 triliun, IPO Blibli menjadi IPO terbesar kedua di Indonesia tahun ini. Selain itu, IPO Blibli masuk dalam 5 besar IPO yang pernah ada di Indonesia.

Dia menuturkan BELI bangga bisa menyelesaikan IPO di tengah kondisi pasar saham yang bergejolak, suku bunga yang naik, dan sektor teknologi yang kurang kondusif.

Adapun pada penutupan perdagangan Selasa (8/11/2022), saham Blibli tercatat ditutup stagnan di level Rp450. Saham BELI tercatat diperdagangkan pada rentang harga Rp440-Rp472 per saham hari ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

blibli.com ipo investor asing grup djarum
Editor : Farid Firdaus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top