Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Ancaman Resesi, Antam (ANTM) Andalkan Jualan Emas Online

Antam menerapkan mekanisme penjualan emas secara online melalui website www.logammulia.com serta melalui platform marketplace Tokopedia, Shopee, dan TikTok.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 27 Oktober 2022  |  19:00 WIB
Ancaman Resesi, Antam (ANTM) Andalkan Jualan Emas Online
Emas Antam edisi khusus - Istimewa.
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten tambang dan produsen emas pelat merah PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) tetap mendorong penjualan emas di tengah sinyal resesi tahun depan.

Direktur Pengembangan Usaha Antam Dolok Robert Silaban mengatakan terkait ancaman resesi harapannya tidak sampai terjadi.

“Saat ini kita strateginya berdoa jangan sampai resesi. Tapi jika terjadi, Antam harus meningkatkan penjualan emasnya,” katanya dalam konferensi pers Peluncuran Emas Batik Indonesia Seri III, Kamis (27/10/2022).

Sementara, dalam posisi resesi, ketika daya beli dan keamanan berkurang, Antam akan mengandalkan penjualan secara daring. ANTM menerapkan mekanisme penjualan emas secara online melalui website resmi www.logammulia.com serta melalui platform marketplace Tokopedia, Shopee, dan TikTok Shop.

Untuk menambah ketertarikan publik dalam investasi emas, Antam juga baru saja meluncurkan produk perhiasan dan emas batangan Batik Indonesia Seri III dengan empat motif batik Indonesia yang dituangkan dalam emas, yakni Batik Bokor Kencono, Batik Huk, Batik Srimanganti, dan Batik Mahkota Siger.

“Selain di kemas dalam bentuk emas batangan, keempat motif batik ini juga hadir dalam bentuk emas batik perhiasan berupa liontin,” jelas Dolok.

Penguatan penjualan Antam sepanjang tahun ini juga terlihat pada catatan penjualan sembilan bulan tahun ini, di mana volume produksi emas unaudited yang berasal dari tambang emas Pongkor sebesar 967 kg, relatif stabil jika dibandingkan dengan capaian produksi emas pada periode yang sama 2021.

Sejalan dengan tingkat produksi, penjualan emas unaudited ANTM sepanjang tiga kuartal 2022 mencapai 25.931 kg, meningkat 31 persen jika dibandingkan penjualan emas pada tiga kuartal 2021 sebesar 19.870 kg seiring dengan pertumbuhan tingkat permintaan emas di dalam negeri.

Direktur Operasi dan Produksi ANTAM, I Dewa Wirantaya mengatakan, pada tahun ini, Antam memiliki komitmen pada penguatan basis pelanggan logam mulia di pasar domestik dengan mengutamakan keamanan dan kepercayaan pelanggan dengan terus menghadirkan produk berkualitas.

“Pertumbuhan kinerja operasi dan penjualan komoditas emas ANTM pada sembilan bulan 2022 selaras dengan pertumbuhan kesadaran masyarakat dalam investasi emas. Selain itu, dengan tingkat harga logam emas global yang terjaga stabil turut mendukung pertumbuhan kinerja komoditas emas Antam," ungkapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

antam emas antam logam mulia
Editor : Farid Firdaus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top