Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Archi Indonesia (ARCI) Optimistis Pit Araren Rampung Tepat Waktu

ARCI menargetkan pit Araren rampung dan siap kembali berproduksi pada kuartal IV/2022.
Produk emas 24 Karat Lotus Archi, produk PT Archi Indonesia, entitas Grup Rajawali./ Istimewa
Produk emas 24 Karat Lotus Archi, produk PT Archi Indonesia, entitas Grup Rajawali./ Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten produsen emas Grup Rajawali, PT Archi Indonesia Tbk. (ARCI) terus mengupayakan salah satu pit terbesarnya, pit Araren, dapat diperbaiki tepat waktu, pada kuartal IV/2022.

Corporate Secretary ARCI Harry Margatan mengatakan bahwa sampai saat ini proses pemulihan atau remediasi pit Araren telah berjalan dengan baik dan sesuai dengan rencana Perseroan.

“Di mana mulai dari Agustus 2022, alat berat sudah beraktivitas di dalam pit Araren baik untuk perbaikan dinding pit serta untuk persiapan dimulainya kegiatan penambangan bijih. Produksi bijih dari Pit Araren akan dilakukan secara bertahap sehingga bisa mencapai target yang diharapkan Perseroan sesuai dengan waktu yang direncanakan,” kata Harry kepada Bisnis, dikutip Senin (3/10/2022).

Harry menegaskan, ARCI optimistis dengan beroperasinya kembali pit Araren secara normal akan mendongkrak kinerja operasional dan keuangan Perseroan, termasuk untuk mendongkrak kinerja pada 2023.

“Target-target tahun 2023 akan disampaikan kemudian, mengingat saat ini masih dalam proses pengerjaan. Perseroan berkeyakinan dengan beroperasinya kembali pit Araren akan berdampak signifikan terhadap produksi di tahun 2023,” imbuhnya.

Pit Araren merupakan pit terbesar milit Archi yang bisa melakukan pemrosesan bijih hingga kisaran 140.000-150.000 ton per bulan.

Lantaran kerusakan pit Araren, sepanjang semester I/2022, ARCI memproduksi emas sebesar 53,8 kilo ons. ARCI juga membukukan pendapatan sebesar US$119,6 juta, turun 15,96 persen dari tahun sebelumnya dan laba bersih US$14,1 juta atau turun 56,56 persen dari periode yang sama pada 2021.

Saat ini, ARCI juga tengah fokus melakukan kajian studi kelayakan dan pengeboran eksplorasi terkait pengembangan potensi tambang bawah tanah, yang diharapkan dapat membantu meningkatkan produksi emas di masa mendatang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Penulis : Mutiara Nabila
Editor : Hafiyyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper