Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rupiah Mampu Ungguli Dolar AS, Mata Uang Asia Kompak Naik

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup menguat pada perdagangan hari ini, Jumat (30/9/2022).
Pegawai merapikan uang Rupiah di kantor cabang BNI, Jakarta, Rabu (28/9/2022). Bisnis/Himawan L Nugraha
Pegawai merapikan uang Rupiah di kantor cabang BNI, Jakarta, Rabu (28/9/2022). Bisnis/Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA – Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup menguat pada perdagangan hari ini, Jumat (30/9/2022).

Berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah ditutup menguat 36 poin atau 0,24 persen sehingga parkir di posisi Rp15.227 per dolar AS. Indeks dolar AS pada pukul 15.10 WIB terpantau turun 0,45 persen poin atau 0,5 poin ke level 111,75.

Sementara itu, mata uang lain di kawasan Asia terpantau ditutup naik di hadapan dolar AS. Mata uang yen Jepang ditutup manguat 0,13 persen, won Korea menguat 0,49 persen, yuan China menguat 0,41 persen, dan ringgit Malaysia naik 0,32 persen terhadap dolar AS.

Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi dalam risetnya menjelaskan pergerakan rupiah pada hari ini salah satunya dipengaruhi oleh pernyataan Presiden Jokowi pun mengingatkan kepada Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani terkait pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). 

Presiden meminta agar APBN digunakan untuk hal yang produktif dan memberikan imbal hasil yang jelas. Selain itu, saat ini semua negara juga tengah menyelesaikan masalah inflasi yang menyebabkan kenaikan harga barang dan jasa. 

"Jokowi juga memandang bahwa inflasi Indonesia sendiri masih cukup terkendali di angka 4,6 persen yang dinilai masih lebih baik dibandingkan negara-negara lain," jelas Ibrahim

Sementara itu, Bank Indonesia dalam tahun ini, kemungkinan akan menaikan suku bunga acuan sebesar 5 persen. Sehingga, masih ada potensi kenaikan suku bunga sebesar 75 bps. Oleh karena itu, BI dalam menaikan suku bunga acuan harus mengikuti ekspektasi para analis agar pasar bisa merespon dengan positif.

"Pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi Effect) membuat pasar Kembali tenang dan ini manfaatkan oleh para sepekulan untuk menjulan dolar sehingga rupiah di akhir pekan Kembali menguat tajam," jalas Ibrahim.

Dari luar negeri, nilai dolar AS melemah seiring dengan intervensi Bank of England dan ekspektasi pengetatan agresif oleh Bank Sentral Eropa serta Bank Sentral Amerika.

Para menteri energi Uni Eropa akan bertemu Jumat malam untuk membahas opsi mereka untuk menghukum Rusia lebih lanjut dengan Presiden Vladimir Putin akan mengumumkan pencaplokan empat wilayah lain di Ukraina di kemudian hari.

Dolar AS telah diminati akhir-akhir ini, naik ke level tertinggi 20 tahun, karena pembuat kebijakan Fed menunjukkan kenaikan suku bunga lebih lanjut untuk mengekang inflasi pada level tertinggi dalam sejarah.

"Untuk perdagangan Senin pekan depan, mata uang rupiah kemungkinan dibuka berfluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp15.210 - Rp15.270," pungkas Ibrahim.


 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper