Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Penyebab IHSG Anjlok 1,4 Persen Tinggalkan Level 7.000, 470 Saham Turun

IHSG terkoreksi 1,45 persen atau 102,35 poin ke level 6.933,83 karena kejatuhan saham big cap.
Karyawan melintasi papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (24/8/2022). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti
Karyawan melintasi papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (24/8/2022). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA — Indeks harga saham gabungan (IHSG) merosot tinggalkan level 7.000 pada awal perdagangan hari ini Jumat (30/9/2022). Saham big caps seperti BBCA, BBRI, UNVR, hingga ASII merosot.

Pukul 09.34 WIB, IHSG terkoreksi 1,45 persen atau 102,35 poin ke level 6.933,83. Terpantau 470 saham turun, 70 saham naik, dan 102 saham stagnan.

Saham big caps BBRI, BBCA, ASII, UNVR masing-masing terkoreksi 0,9 persen, 1,12 persen, 2,21 persen, dan 0,82 persen. Penurunan saham big cap menekan IHSG secara signifikan.

Direktur MNC Asset Management Edwin Sebayang mengatakan pergerakan langkah IHSG Jumat (30/9/2022) diperkirakan akan kembali lunglai alias tidak bertenaga, menyusul Wall Street kembali dilanda aksi jual mengakibatkan Indeks DJIA terjungkal sebesar 1,54 persen.

"Jika kejatuhan DJIA tersebut dikombinasikan dengan turunnya EIDO sebesar 1,76 persen dan anjloknya harga beberapa komoditas seperti batu bara turun 2,50 persen, minyak turun 0,66 persen, dan emas turun 0,07 persen bakal menjadi sentimen negatif untuk IHSG," ungkapnya dalam riset, Jumat (30/9/2022).

Penekan IHSG lainnya adalah rupiah masih bercokol di level Rp15.260-an berpotensi menjadi sentimen negatif bagi perdagangan pada hari Jumat ini.

Edwin memperkirakan hari ini IHSG bakal diperdagangkan di kisaran 6.952 - 7.106. Sementara itu, nilai tukar rupiah diperkirakan bisa berfluktuasi antara Rp15.190 - Rp15.320.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper