Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Memilih Investasi yang Tepat Pasca Rapat Bank Indonesia dan The Fed

Volatilitas pasar iklim investasi menjelang keputusan Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia terkait tingkat suku bunga acuan dan juga The Fed.
Iim Fathimah Timorria
Iim Fathimah Timorria - Bisnis.com 21 September 2022  |  19:28 WIB
Memilih Investasi yang Tepat Pasca Rapat Bank Indonesia dan The Fed
Karywan melintas di dekat layar pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (20/9/2022). Bisnis - Fanny Kusumawardhani
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Investor disarankan untuk tidak terlalu khawatir dengan iklim investasi di tengah volatilitas pasar menjelang keputusan Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia terkait tingkat suku bunga acuan dan juga The Fed.

Chief Economist & Investment Strategist PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) Katarina Setiawan mengemukakan kondisi ini merupakan hal yang wajar, terutama saat pasar menantikan Rilis data ekonomi penting seperti keputusan suku bunga saat ini.

“Kami melihat volatilitas ini bersifat sementara karena pasar sudah mengekspektasikan arah kenaikan suku bunga The Fed maupun Bank Indonesia,” kata Katarina kepada Bisnis, Rabu (21/9/2022).

Katarina mengatakan investor sebaiknya tidak perlu panik dan terburu-buru mengambil keputusan. Dia pun menyarankan para investor memastikan portofolio investasinya terdiversifikasi.

“Pastikan portofolio terdiversifikasi sesuai dengan profil risiko dan tujuan investasi karena di tengah pasar yang fluktuatif, keputusan investasi yang terlalu aktif juga dapat menjadi risiko bagi portofolio,” tambahnya.

Senada, Direktur Panin Asset Management Rudiyanto mengatakan investor harus memiliki alokasi aset yang tersebar di tiga kategori yakni reksa dana berbasis saham, reksa dana berbasis obligasi, dan reksa dana dengan bagi hasil berkala. Dia juga menyebutkan investor juga bisa mempertimbangkan reksa dana dolar jika memiliki dana di atas Rp1 miliar.

“Pembagiannya bagaimana ini tentu disesuaikan dengan profil risiko dan tujuan investasi serta kondisi keuangan. Agresivitas setiap investor berbeda,” kata Rudiyanto.

Rudiyanto mengatakan diversifikasi portofolio penting untuk memastikan investasi tetap membuahkan keuntungan terlepas dari situasi pasar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Bank Indonesia reksa dana Obligasi
Editor : Pandu Gumilar
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top