Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Mitra Investindo (MITI) Dapat Restu Rights Issue, Ancang-ancang Akuisisi

RUPSLB MITI menyetujui rencana rights issue untuk menerbitkan maksimal 2 miliar saham baru.
Farid Firdaus
Farid Firdaus - Bisnis.com 10 September 2022  |  11:21 WIB
Mitra Investindo (MITI) Dapat Restu Rights Issue, Ancang-ancang Akuisisi
RUPSLB Mitra Investindo (MITI), Jumat (9/9/2022), menyetujui transaksi akuisisi Pelayaran Karanan Line dan Karya Abdi Luhur (KAL) - Dok.MITI.
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten pelayaran PT Mitra Investindo Tbk. (MITI) meraih persetujuan pemegang saham atas rencana penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu atau rights issue.

Direktur Mitra Investindo Diah Pertiwi Gandhi megatakan, berdasarkan hasil Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUSPLB) pada Jumat (9/9/2022), pemegang saham yang hadir mencapai 90,5 persen dan kuorum kehadiran pemegang saham independen sejumlah 58 persen.

“Angka ini memenuhi kuota yang ditetapkan yakni lebih dari 60 persen dari total pemegang saham”, kata Diah dalam keterangan resmi, Sabtu (10/9/2022).

Dalam prospektus sebelumnya disebutkan, MITI akan melakukan rights issue dengan menerbitkan maksimal 2 miliar saham baru. Adapun nilai nominal saham ditetapkan Rp50 per saham, sementara harga pelaksanaan rights issue akan diumumkan kemudian.

Dana hasil rights issue ini akan digunakan untuk mengakuisisi 64.350 saham atau 99 persen dari seluruh saham yang dikeluarkan dan disetor penuh dalam PT Pelayaran Karana Line (PKL) dan sejumlah 17,5 juta saham atau 70 persen dari seluruh saham PT Karya Abadi Luhur (KAL).

Menurut Diah, MITI akan mendaftarkan diri ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk rencana rights issue dengan penggunaan dana untuk mengakuisisi Pelayaran Karanan Line dan Karya Abdi Luhur. “Kita masih bahas lagi dengan direksi dan komisaris seputar jumlah yang diperlukan”, katanya.

PT Pelayaran Samudra Karana Line dan PT Karya Abdi Luhur merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pengangkutan laut, logistik, dan jasa bongkar muat (stevedoring).

Diah berharap aksi akuisisi akan semakin berdampak positif meningkatkan pendapatan MITI pada 2023. “Kenapa PSKL, karena yang sudah punya lingkup sejenis dengan kita. Jadi sudah existing. Logistik itu key dalam bidang apapun,”ujarnya.

Sektor pelayaran menjadi lingkup potensial bagi MITI. Alasannya, sektor ekspor-impor saat ini tengah digencarkan, terutama setelah pandemi. Perdagangan antar-negara sedang dimaksimalkan untuk meningkatkan nilai jual produk Indonesia.

Dari sisi prospek bisnis, MITI melalui anak usaha PT Wasesa Line mulai mengembangkan usaha pelayaran domestik pada awal Januari 2021.

Hingga semester I-2022, MITI mencatatkan kinerja positif dengan pendapatan tumbuh 54,22 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp35,41 miliar. Sedangkan laba bersih naik 30,56 persen menjadi Rp3,93 miliar.

Laporan performa keuangan menunjukkan liabilitas mengalami kenaikan 172,68 persen secara tahunan. Dari Rp31,76 miliar menjadi Rp86,60 miliar. Kemudian ekuitas yang semula sejumlah Rp140,36 miliar menjadi Rp398,58 miliar.

Sebagai informasi, MITI akan mengembangkan kegiatan pada bidang transportasi laut terdiri dari pengangkutan laut, logistik, dan jasa bongkar muat, melengkapi kegiatan usaha yang dilakukan entitas anak perseroan PT Wasesa Line (WL) dalam mengoperasikan dan menyewakan kapal milik sendiri maupun kapal milik pihak ketiga.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

mitra investindo rights issue emiten pelayaran Kinerja Emiten
Editor : Farid Firdaus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top