Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

IHSG Melonjak 1 Persen Sesi I, Saham GOTO hingga TLKM Moncer

IHSG naik 1,04 persen atau 74,45 poin menjadi 7.261 pada sesi I dengan dorongan saham big cap.
Hafiyyan
Hafiyyan - Bisnis.com 08 September 2022  |  11:43 WIB
IHSG Melonjak 1 Persen Sesi I, Saham GOTO hingga TLKM Moncer
Karyawan melihat pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (10/8/2022). ANTARA FOTO - Muhammad Adimaja
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Indeks harga saham gabungan (IHSG) menguat 1 persen pada sesi I perdagangan Kamis (8/9/2022) dengan dorongan saham-saham big cap

Pukul 11.30 WIB, IHSG naik 1,04 persen atau 74,45 poin menjadi 7.261. Terpantau 279 saham naik, 226 saham turun, dan 179 saham stagnan.

Saham big cap menopang laju IHSG. Saham BBRI naik 3,14 persen, BBCA 0,6 persen, BMRI 0,85 persen, dan BBNI 2,33 persen. Di sektor teknologi dan telekomunikasi, saham TLKM naik 3,12 persen, dan GOTO naik 2,13 persen. 

Financial Expert Ajaib Sekuritas, Ratih Mustikoningsih menyampaikan pada perdagangan kemarin, Rabu (7/9/2022) IHSG ditutup melemah sebesar -0,64 persen atau -46,40 poin di level 7.186,76.

"Untuk hari ini IHSG diprediksi bergerak mixed dalam level 7.160 - 7.283," paparnya dalam publikasi riset.

Bank Indonesia (BI) mencatatkan Cadangan Devisa (Cadev) Indonesia pada akhir Agustus 2022 sebesar US$132,2 miliar. Capaian tersebut sama dengan posisi bulan sebelumnya pada Juli 2022. Besaran CAadev tersebut dipengaruhi oleh penerimaan pajak dan jasa dan penerimaan devisa migas.

"Hal ini merefleksikan Cadangan Devisa Indonesia masih cukup kuat melawan ketidakpastian global, di tengah kebutuhan untuk stabilisasi nilai tukar mata uang rupiah," jelasnya.

Dari mancanegara, rilis Data Pertumbuhan Ekonomi (PDB) Australia pada kuartal II/2022 mencatatkan pertumbuhan 0,9 persen QoQ dari sebelumnya 0,7 persen atau 3,6 persen YoY dari sebelumnya 3,3 persen pada kuartal I/2022.

Sementara itu, kinerja ekspor China tercatat tumbuh melambat pada periode Agustus 2022 di level 7,1 persen YoY, lebih lambat dibandingkan Juli 2022 yang tumbuh 18 persen YoY. Adapun kinerja impor mencatatkan pertumbuhan 0,3 persen YoY pada periode Agustus 2022, lebih rendah dari bulan Juli 2022 sebesar 2,3 persen YoY.

Melambatnya kinerja impor China disebabkan diterapkan kembali kebijakan pembatasan sosial yang membuat impor minyak mentah, biji besi, dan kedelai turun signifikan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG tlkm Goto bca bri
Editor : Hafiyyan
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top