Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kinerja Emiten Farmasi dan Rumah Sakit Turun, Ini Rekomendasi Mirae Asset

Mayoritas emiten kesehatan sektor farmasi dan rumah sakit mencatatkan kinerja anjlok sepanjang semester I/2022. Simak rekomendasi saham Mirae Asset.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 15 Agustus 2022  |  18:55 WIB
Kinerja Emiten Farmasi dan Rumah Sakit Turun, Ini Rekomendasi Mirae Asset
Lobby kantor Mirae Asset Sekuritas Indonesia - Dok.Perusahaan.
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Mayoritas emiten kesehatan sektor farmasi dan rumah sakit mencatatkan kinerja anjlok sepanjang semester I/2022. Tanpa pandemi, hanya sebagian kecil emiten yang dapat bertahan, maka simak rekomendasi saham Mirae Asset.

Berdasarkan catatan Bisnis, dari 11 emiten rumah sakit dan farmasi yang telah menyampaikan laporan keuangan semester I/2022, hanya 3 emiten farmasi yang mencatatkan pertumbuhan pendapatan dan laba bersih.

Head of Investment Information Mirae Asset Sekuritas Roger M.M menjelaskan secara tren Covid-19 pada 2020, 2021, dan 2022 terlihat emiten terkait Covid-19 berada pada puncaknya pada 2021.

"Kenaikan harga saham sektor kesehatan juga berada di puncak pada tahun 2021. Hal ini tentu tidak lepas dari kasus Covid yang dimulai pada 2020 dan mulai terasa imbasnya ke kinerja emiten kesehatan sejak akhir 2020 dan dilanjutkan ke tahun 2021," urainya kepada Bisnis, Senin (15/8/2022).

Pada semester I/2022, hasilnya kinerja mayoritas emiten rumah sakit dan farmasi malah melorot karena mulai melandainya kasus Covid-19 dan masyarakat juga sudah banyak yang memperoleh program vaksinasi.

"Kami melihat saat ini walaupun kasus mulai naik, tetapi masih terkendali dan perilaku masyarakat sepertinya tidak panik seperti saat awal mula Covid-19," tambahnya.

Saat ini lanjutnya, Mirae Asset Sekuritas merekomendasikan wait and see emiten kesehatan karena memang belum banyak katalis positif. Secara fundamental, Mirae melihat KLBF dan MIKA masih memiliki potensi kenaikan kinerja ke depan.

Di sisi lain, Presiden Direktur Kalbe Farma Vidjongtius menuturkan pandemi virus corona membuat KLBF harus berinovasi di tengah kondisi yang menantang. Perusahaan pun meningkatkan upaya riset dan pengembangan produk – produknya.

Hasilnya, perusahaan memperkenalkan sejumlah produk mulai dari suplemen, alat kesehatan, obat-obatan, dan lainnya yang membantu masyarakat menghadapi pandemi.

“Kami terus terpacu untuk berinovasi dan mengeluarkan alat – alat kesehatan, obat, atau produk lainnya yang dapat memnuhi kebutuhan pandemi virus corona,” ujarnya.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

mirae kalbe farma klbf farmasi
Editor : Pandu Gumilar
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top