Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Bangun Pabrik Etanol Kedua, Madusari (MOLI) Siapkan Capex Rp240 Miliar

Madusari (MOLI) menyiapkan total belanja modal Rp240 miliar, dimana 70 persen dana didapatkan dari pinjaman bank dan 30 persen dana internal.
Ilustrasi etanol /resan.com.br
Ilustrasi etanol /resan.com.br

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten produsen etanol PT Madusari Murni Indah Tbk. (MOLI) menargetkan pabrik etanol kedua rampung pada Semester I/2023. Belanja modal yang dianggarkan sebesar Rp240 miliar, dari 2021 hingga 2023.

Direktur Utama Madusari Murni Indah Adikin Basirun menjelaskan telah merampungkan unit distilasi 2 pada 2021. Adapun, pada tahun ini perseroan merampungkan unit fermentasi 2 yang ditargetkan selesai pada akhir 2022.

"Tahun berikutnya, kami menyiapkan peralatan Silo, Likuifaksi, Sakarifikasi, dan DDGS, proses hasil by produk hasil dari fermentasi ke DGGS ini tahun berikutnya," jelasnya dalam paparan publik, Senin (25/7/2022).

Dia menjelaskan belanja modal untuk unit fermentasi 2 berkisar Rp70--75 miliar. Fase I diselesaikan pada 2021, fase II pada 2022, dan fase III pada 2023.

Adapun, total belanja modal Rp240 miliar disiapkan dari 70 persen pinjaman bank dan 30 persen dana internal.

Pabrik kedua ini bakal memiliki kapasitas mencapai 50.000 kiloliter dan melengkapi kapasitas saat ini yang sebesar 80.000 KL menjadi total 130.000 KL.

Adikin menjelaskan pabrik kedua ini difokuskan mengerjakan pasar ekpor, karena pasar domestik tengah kurang menarik.

"Dampaknya ke kinerja diharapkan bisa tingkatkan penjualan, proyeksi penjualan kita membuat pertumbuhan bertahap ketika selesai kosntruksi pada Semester I/2023," terangnya.

Gambarannya, dapat meningkatkan penjualan secara bertahap volume penjualan meningkat 10 juta liter, ke 20 juta liter, dan 30 juta liter.

Direktur Madusari Murni Indah Donny Winarno menambahkan pasar baru yang disasar pabrik etanol baru sudah direncanakan beberapa tahun terakhir.

"Sudah trading mempersiapkan kami posisi lebih dari posisi kapasitas produksi yang ada. Kami mencanangkan pasar-pasar baru seperti tahun lalu, permintaan etanol sebagai esensial produk hand sanitizer itu sangat meningkat," katanya.

Etanol menjadi bagian dari produk gaya hidup, juga permintaan dari regional untuk ekspor semakin tinggi, karena kebutuhan kosmetik hingga makanan dan minuman.

"Kesempatan besar, bioetanol, biofuel etanol, harga minyak tinggi, biofuel etanol kesempatannya semakin baik ke depan, kami yakin MOLI bisa lihat rencana ke depan dengan perkembangan lebih pasti," tambahnya.

Pada akhir 2022, perseroan masih menargetkan kontribusi pendapatan domestik sebesar 60 persen dan pendapatan ekspor sebesar 40 persen.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper