Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Habiskan Dana IPO Rp5,7 Triliun, Simak Prospek Saham Bukalapak!

PT Bukalapak.com Tbk. (BUKA) menghabiskan dana IPO sebesar Rp5,7 triliun sampai dengan Juni 2022, bagaimana prospek sahamnya?
PT Bukalapak.com Tbk. (BUKA) menghabiskan dana IPO sebesar Rp5,7 triliun sampai dengan Juni 2022, bagaimana prospek sahamnya?. Bisnis/Fanny Kusumawardhani
PT Bukalapak.com Tbk. (BUKA) menghabiskan dana IPO sebesar Rp5,7 triliun sampai dengan Juni 2022, bagaimana prospek sahamnya?. Bisnis/Fanny Kusumawardhani

Bisnis.com, JAKARTA – PT Bukalapak.com Tbk. (BUKA) menghabiskan dana IPO sebesar Rp5,7 triliun sampai dengan Juni 2022, bagaimana prospek sahamnya?

Di sisi lain, Bukalapak masih menyisakan dana hasil IPO sebanyak Rp15,54 triliun. Emiten teknologi itu menghabiskan 27 persen dari total dana yang diraup sebesar Rp21,32 triliun.

Bukalapak menghabiskan dana IPO Rp5,77 triliun. Diantaranya untuk modal kerja Rp2,5 triliun dan modal kerja entitas anak Rp964,88 miliar.

Dari sisa dana hasil ipo, PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) membenamkan uang segar Rp11,2 triliun di deposito.

Berdasarkan keterbukaan informasi perseroan, dana simpanan itu terpecah menjadi beberapa. Pada deposito pertama sebesar Rp5 triliun dengan kupon bunga 3,10 persen.

Adapun, dana kedua sebesar Rp3 triliun memiliki kupon bunga 3 persen dan dana ketiga Rp2,2 triliun memiliki bunga 2,75 persen. Terakhir dana sebesar Rp1 triliun memiliki bunga 2,9 persen.

Selain itu, PT Bukalapak.com Tbk. (BUKA) menelan biaya initial public offering (IPO) sampai dengan Rp574,84 miliar.

Sementara itu, saham PT Bukalapak.com Tbk. (BUKA) menjadi salah satu saham dengan kinerja di bawah rata-rata atau laggard, dengan turun 40,9 persen sejak awal tahun atau year to date (YTD).

Analis CGS-CIMB Sekuritas Indonesia Ryan Winipta dan Baruna Arkasatyo mengatakan, market hanya menilai bisnis inti BUKA di Rp3,2 triliun, jauh di bawah perusahaan sejenis di regional seperti Sea Ltd dan Grab. Meski demikian, Ryan dan Baruna menilai terdapat beberapa katalis positif terhadap kinerja BUKA.

Menurutnya, dengan pendanaan startup yang menjadi semakin sulit, pihaknya memperkirakan kompetitor Mitra Bukalapak harus berjuang melawan BUKA yang memiliki modal besar.

"Beberapa startup telah menikmati putaran pendanaan yang sangat besar selama pandemi, tetapi keadaan cepat berbalik," tulis Ryan dan Baruna dalam risetnya, dikutip Minggu (17/7/2022).

Menurut mereka, ada kemungkinan Ula, pesaing Bukalapak, dapat menurunkan ambisinya, mengikuti pemotongan Udaan baru-baru ini. Selain itu, pesaing lainnya yakni Warung Pintar, juga dapat mengalihkan fokusnya setelah diakuisisi Sirclo.

Ryan dan Baruna juga melihat, kolaborasi antara AlloFresh dan Mitra Bukalapak merupakan kunci menuju keberlanjutan. BUKA menyebut kolaborasi Mitra Bukalapak-Transmart, yang diperkuat dengan Joint Venture AlloFresh, dapat menurunkan beban persediaan dalam jangka panjang.

"Kami pikir hal ini adalah salah satu kunci keberlanjutan jangka panjang untuk Mitra Bukalapak, karena pemeriksaan kami di kota-kota tier 2 menunjukkan pemilik toko mom-and-pop store selalu mencari opsi termurah," tuturnya.

Kolaborasi ini, bersamaan dengan meningkatnya proporsi penjualan dari brand regional, penting untuk meningkatkan daya saing dan untuk mencapai EBITDA yang positif.

Adapun CGS-CIMB Sekuritas merekomendasikan untuk add saham BUKA, dengan target harga Rp350 per saham.

Risiko yang datang dari Bukalapak adalah gagalnya eksekusi kolaborasi Mitra Bukalapak dan AlloFresh, penjualan saham dari pemegang saham utama, dan meningkatnya persaingan.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper