Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Tarif Pungutan Ekspor CPO Rp0, Simak Dampaknya ke MGRO

Emiten perkebunan PT Mahkota Group Tbk (MGRO) menilai langkah pemberlakuan pungutan ekspor CPO 0 persen dapat berimbas positif terhadap kinerja perusahaan.
Emiten perkebunan PT Mahkota Group Tbk (MGRO) menilai langkah pemberlakuan pungutan ekspor CPO 0 persen dapat berimbas positif terhadap kinerja perusahaan. Bisnis/M. Abdi Amna
Emiten perkebunan PT Mahkota Group Tbk (MGRO) menilai langkah pemberlakuan pungutan ekspor CPO 0 persen dapat berimbas positif terhadap kinerja perusahaan. Bisnis/M. Abdi Amna

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten perkebunan PT Mahkota Group Tbk (MGRO) menilai langkah pemberlakuan pungutan ekspor CPO 0 persen dapat berimbas positif terhadap kinerja perusahaan.

Sekretaris Perusahaan Mahkota Group Elvi menyebukan pihaknya menyambut positif kebijakan pungutan ekspor 0 persen yang diberlakukan pemerintah. Menurutnya, kebijakan ini akan sangat membantu MGRO dalam upaya peningkatan kinerja.

“Perusahaan sangat terbantu dengan adanya kebijakan ini walaupun hanya bersifat sementara, namun cukup berpengaruh terhadap kinerja,” katanya saat dihubungi pada Senin (18/7/2022).

Ia melanjutkan, pihaknya masih terus mengkaji rencana perluasan pasar ekspor perusahaan. Menurutnya, perluasan pasar ekspor akan sangat bergantung pada kemampuan penyerapan ekspor serta volume produksi.

Elvi menambahkan, pihaknya juga tengah mempercepat proses produksi minyak goreng untuk pemenuhan kebutuhan domestik atau domestic market obligation (DMO).

“Hal ini yang menjadi salah satu persyaratan perusahaan untuk mendapatkan izin ekspor produk,” jelasnya.

Sebelumnya, Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indrawati mengatakan pungutan ekspor untuk seluruh produk kelapa sawit dan turunannya menjadi nol rupiah alias gratis hingga 31 Agustus 2022.

Aturan tersebut tertuang dalam Menteri Keuangan (PMK) No.115/2022 yang mengatur perubahan tarif pungutan ekspor terhadap minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) dan turunannya, antara lain tandan buah segar, biji sawit, kelapa sawit, bungkil, CPO, palm oil, used cooking oil, fruit palm oil, dll.

"PMK ini menurunkan pajak ekspor menjadi nol rupiah kepada produk sawit dan CPO hingga 31 Agustus 2022," ujar Sri Mulyani sesuai melakukan konferensi pers tentang hasil Finance Minister and Central Bank Governors (FMCBG) G20 Indonesia di Nusa Dua, Bali, Sabtu (16/7/2022).

Lebih lanjut, Sri Mulyani mengatakan pemerintah akan menerapkan tarif pajak ekspor yang bersifat progresif untuk komoditas sawit dan turunannya.

"Artinya, jika harga CPO rendah maka tarif pajak juga akan sangat rendah. Di sisi lain, jika harga naik maka tarif akan ikut naik," ucapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper