Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Setelah Anjlok 56 Persen, Kemana Arah Harga Bitcoin Bergerak?

Bitcoin mengakhiri kuartal II/2022 dengan anjlok sebesar 56 persen, kinerja terburuk kedua sepanjang sejarah Bitcoin sekaligus yang terburuk dalam 11 tahun terakhir.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 07 Juli 2022  |  16:17 WIB
Setelah Anjlok 56 Persen, Kemana Arah Harga Bitcoin Bergerak?
Ilustrasi Bitcoin. Reuters
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Harga Bitcoin mencatatkan penurunan terburuk dalam 11 tahun terakhir pada kuartal II/2022 lalu. Meski demikian, pergerakan indeks volatilitas yang mulai positif mengindikasikan potensi terjadinya rebound harga.

Jay Jayawijayaningtiyas, Country Manager Luno Indonesia menjelaskan, Bitcoin mengakhiri kuartal II/2022 dengan penurunan sebesar 56 persen, kinerja terburuk kedua sepanjang sejarah Bitcoin sekaligus yang terburuk dalam 11 tahun terakhir.

Ketidakpastian perekonomian makro serta efek samping negatif dari berbagai peristiwa di pasar kripto tampaknya masih belum berakhir. Hal ini ditunjukkan oleh penangguhan trading oleh perusahaan peminjaman kripto pekan ini.

Bitcoin kini berada di rentang US$20,000 (sekitar Rp301 juta), yang juga menjadi puncak bull run terakhir,” kata Jay dikutip dari keterangan resminya, Kamis (7/7/2022).

Jay melanjutkan, sentimen di pasar kripto yang penuh ketakutan dalam beberapa bulan ini akhirnya mengalami sedikit perbaikan. Indeks Fear and Greed berhasil naik ke angka 19 kemarin, dan menjadi titik tertinggi dalam dua bulan terakhir.

Meskipun indeks masih berada di zona extreme fear, kini indeks mulai bergerak naik menuju area fear, dan sentimen pasar berangsur lebih optimis.

Dia menuturkan, setelah kenaikan tajam volume Bitcoin di bulan Juni, kini volume Bitcoin kembali ke level rata-rata di bawah kisaran US$4 miliar (sekitar Rp60 triliun). Volume spot mingguan Bitcoin bergerak datar minggu ini.

Jay mengatakan hal ini cukup mengejutkan, terutama mengingat harga Bitcoin cukup volatil dalam sepekan terakhir. Volume spot Bitcoin sempat mengalami peningkatan di kisaran US$5 miliar (sekitar Rp75 triliun) pada hari Kamis dan Jumat. Namun, volume tersebut kemudian menurun drastis ke kisaran US$2 miliar (sekitar 30 triliun) di akhir pekan.

“Hal ini kemungkinan disebabkan oleh dampak perayaan kemerdekaan AS di akhir pekan. Hari Sabtu bahkan mencatatkan volume terendah sejak awal Juni,” jelasnya.

Dari sisi volatilitas, Jay mengatakan Bitcoin sempat tertahan di area US$19,000 (sekitar Rp286 juta) setelah bergerak positif di awal pekan. Hal ini membuat volatilitas mingguan Bitcoin menyentuh level terendah sejak awal April.

Volatilitas Bitcoin kembali naik kemarin ke atas kisaran US$20,000 (sekitar Rp301 juta), sehingga volatilitas harian pulih 5 persen. Volatilitas bulanan masih menunjukkan level yang tinggi, dan kini berada di angka 4.6 persen.

“Bitcoin mengalami salah satu bulan terburuknya sepanjang sejarah, dan seperti yang tercermin dalam volatilitas bulanannya, rata-rata harga harian bergerak hampir sebesar 5 persen, jauh di atas level normalnya di angka 2 persen - 3 persen. Maka tidak akan mengejutkan jika bulan Juli ini, volatilitas tidak akan aktif usai kuartal yang cukup fluktuatif di pasar kripto dan awal libur musim panas,” katanya.

Adapun, secara teknis, Jay mengatakan candle akhir bulan Juni menunjukkan pergerakan yang positif, dimana harga Bitcoin ditutup di atas harga puncak tahun 2017. Meski masih terlalu awal untuk menarik kesimpulan, pergerakan harga menunjukkan tanda-tanda pembalikan support/resistance klasik, dimana level resistance sebelumnya menjadi level support.

“Penting untuk dipahami bahwa ini hanyalah level teknikal. Dengan kondisi pasar global yang masih dipenuhi ketidakpastian, banyak faktor lain yang perlu diperhitungkan untuk menganalisis prediksi pergerakan harga Bitcoin,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bitcoin aset kripto
Editor : Hadijah Alaydrus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top