Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Reli Bitcoin Hanya Sejenak, Harga Bisa Kembali ke US$18.000?

Reli Bitcoin dan aset kripto lain diperkirakan hanya sementara, mengingat sentimen secara keseluruhan masih belum kondusif.
Ilustrasi Bitcoin. Reuters
Ilustrasi Bitcoin. Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Reli harga di pasar kripto pada tengah pekan ini dinilai hanya bersifat sementara. Harga Bitcoin diprediksi masih berpeluang terkoreksi kembali ke kisaran US$18,000.

CoinMarketCap pada Kamis (7/7/2022) harga Bitcoin (BTC) terpantau naik 2,52 persen ke US$20.453 per keping dalam 24 jam terakhir. Sementara, altcoin lain seperti Ethereum, Solana, Dogecoin, dan Cardano juga terpantau menghijau selama sehari terakhir.

Trader Tokocrypto Afid Sugiono mengatakan pergerakan pasar kripto yang mengalami kenaikan singkat ini disebabkan karena investor yang mulai bersemangat setelah melihat dinamika yang terjadi di indeks pasar saham AS. Investor melacak pasar ekuitas utama seperti, Nasdaq, S&P 500 dan Dow Jones Industrial Average yang cenderung naik tipis.

“Hal ini wajar saja, mereka selalu berkaca pada pasar saham AS, untuk melihat ketertarikan market secara keseluruhan terhadap aset berisiko secara umum," kata Afid dikutip dari keterangan resminya, Kamis (7/7/2022).

Sementara itu, laporan terbaru Coin Metrics menunjukkan korelasi antara aset kripto dan indeks saham AS telah mencapai level terkuatnya di kuartal II/2022 sejak Maret 2020. Pergerakan Bitcoin dan ekuitas AS bergerak hampir sejajar.

Meski demikian, reli singkat ini kemungkinan diprediksi hanya sementara. Menurut Afid, sentimen utama market kripto belum kondusif. Investor masih mencermati dinamika makroekonomi dan efektivitas pengetatan kebijakan moneter The Fed terhadap tingkat inflasi AS. Kemudian, kegagalan platform kripto, Three Arrows Capital (3AC) dan Voyager.

"Masih ada banyak pukulan yang bisa menghantam lebih jauh, mulai dari ketidakpastian makroekonomi, agresivitas The Fed hingga kegagalan sistem ekosistem kripto itu sendiri. Investor menyakini tidak melihat harga naik dalam waktu dekat, kecuali perubahan tak terduga terjadi," jelasnya.

Afid melihat investor sangat menanti data inflasi AS yang rencananya akan dirilis pekan depan. Data tersebut mungkin menunjukkan kebijakan moneter The Fed efektif atau tidak. Jika inflasi turun dan indikator ekonomi lainnya juga melanjutkan penurunan, investor mungkin merasa lebih yakin masuk ke market kripto.

Adapun, untuk pergerakan Bitcoin, Afid melihat saat ini masih cenderung konsolidasi dan masih berpotensi mengalami penurunan harga di kisaran US$18.000 - US$ 20.000. Bitcoin telah 'beristirahat' di atas US$20.000 untuk hari ketiga berturut-turut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper