Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Jasa Marga (JSMR) Bikin Subholding Tol Trans Jawa, Menuju IPO?

Tujuan spin off divisi regional Jasamarga Transjawa Tollroad adalah mendukung bisnis Jasa Marga (JSMR) secara berkesinambungan dengan strategi financing dan asset recycling.
Rest area jalan tol Trans Jawa./Antara/Oky Lukmansyah
Rest area jalan tol Trans Jawa./Antara/Oky Lukmansyah

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten BUMN pengelola tol, PT Jasa Marga (Persero) Tbk. (JSMR) telah resmi melakukan pemisahan (spin off) divisi regional Jasamarga Transjawa Tollroad ke anak usaha PT Jasamarga Transjawa Tollroad. Langkah ini menjadi strategi menggalang ekuitas baru.

Corporate Communication and Community Development Group Head Jasa Marga Lisye Octaviana menjelaskan Jasa Marga telah melakukan pemisahan divisi regional Jasamarga Transjawa Tollroad, yang terdiri atas 4 segmen operasi jalan tol yang konsesinya dipegang langsung oleh Jasa Marga.

Selain itu, 9 perseroan terbatas yang merupakan Badan Usaha Jalan Tol ruas Trans Jawa yang sahamnya dimiliki oleh Jasa Marga juga turut diturunkan ke entitas anak tersebut.

Spin off PT JTT akan membuka ruang dalam menciptakan nilai tambah secara optimal. Sebelumnya, divisi regional Jasamarga Transjawa Tollroad mengelola jalan tol operasi sepanjang 676 km, yang merupakan jalan tol operasi terpanjang dibandingkan dua regional Jasa Marga lainnya, Metropolitan dan Nusantara. Jalan Tol Trans Jawa juga memiliki potensi pertumbuhan trafik tertinggi,” ujar Lisye, Rabu (6/7/2022).

Lisye menambahkan, PT JTT selaku perusahaan penerima pemisahan adalah anak perusahaan terkendali yang 99,19 persen sahamnya dimiliki oleh Jasa Marga yang laporan keuangannya juga tetap terkonsolidasi.

Dengan dilakukannya pemisahan, PT JTT dapat lebih kompetitif dan agile dalam mengambil keputusan bisnis guna menghasilkan nilai tambah bagi Jasa Marga.

Mengutip keterbukaan, tujuan spin off ini juga guna mendukung bisnis secara berkesinambungan perseroan melakukan strategi financing dan asset recycling.

"Dengan dilakukannya pemisahan, perseroan dapat memperoleh pendanaan yang memperkuat struktur permodalan melalui pendanaaan berbasis ekuitas dari pembentukan subholding Transjawa guna memperbaiki kondisi keuangan Perseroan," jelasnya.

Selain itu, dengan dilakukannya pemisahan diharapkan akan mendorong berjalannya praktek-praktek dan tata kelola perusahaan yang lebih baik.

Pemisahan ini juga akan mendorong efisiensi dari sisi operasional di ruas-ruas terkait sehingga memberikan dampak positif bagi pelayanan bagi pengguna jalan.

Aksi korporasi ini merupakan pemenuhan dari agenda yang diputuskan saat Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Jasa Marga yang diselenggarakan pada 27 April 2022 lalu.

“Pemisahan akan mendorong pengembangan dan pengelolaan aset yang lebih intensif kedepannya sehingga tercipta pemanfaatan aset yang lebih optimal," tambahnya.

Selain itu, PT JTT juga telah melakukan penandatanganan Restatement Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT) 4 Segmen Operasi Jalan Trans Jawa yang konsesinya dimiliki oleh Jasa Marga yaitu Jalan Tol Jakarta-Cikampek, Jalan Tol Palimanan-Kanci, Jalan Tol Semarang Seksi ABC dan Jalan Tol Surabaya-Gempol.

Prospek jalan tol Trans Jawa dalam jangka panjang juga dinilai sangat baik. Konektivitas antara ruas-ruas yang telah mature dan prospektif secara tidak langsung telah menjadi penggerak perekonomian di Jawa.

Sentra ekonomi dan tujuan destinasi pariwisata baru serta aktivitas ekonomi turunannya, menjadikan dorongan lalu lintas yang positif bagi jalan tol Trans Jawa.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper