Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Porsi Publik Cuma 7,51 Persen, Kapan Indorama Akan Stock Split?

Saham INDR tercatat dimiliki dan dikendalikan oleh Indorama Holdings B.V dengan kepemilikan 67,49 persen dan PT Irama Investama dengan kepemilikan 25 persen.
Annisa Kurniasari Saumi
Annisa Kurniasari Saumi - Bisnis.com 25 Juni 2022  |  18:54 WIB
Porsi Publik Cuma 7,51 Persen, Kapan Indorama Akan Stock Split?
Logo Indorama
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten milik Sri Prakash Lohia PT Indorama Synthetics Tbk. (INDR) menyampaikan belum memiliki rencana untuk menambah jumlah pemilik saham publiknya.

Presiden Direktur Indorama Vishnu Swaroop Baldwa mengatakan, hingga saat ini pihaknya belum memiliki rencana untuk melakukan stock split atau memecah harga saham Indorama.

"Sampai saat ini tidak ada rencana [stock split]," kata Vishnu, dikutip Sabtu (25/6/2022).

Dia melanjutkan, pihaknya akan lihat bagaimana pasar berkembang. Apabila perseroan melihat banyak ketertarikan di pasar, direksi INDR akan mendiskusikan stock split tersebut dengan pemegang saham.

"Kami akan lihat bagaimana pasar evolve dan jika kami lihat lebih banyak ketertarikan dari investor, kami bisa mendisukusikannya dengan shareholders," ucapnya.

Pada penutupan perdagangan Jumat (24/6/2022), saham INDR tercatat ditutup naik 1.250 poin atau 12,53 persen ke level 11.225 per saham. Saham INDR saat ini tercatat memiliki kapitalisasi pasar senilai Rp7,35 triliun.

Saat ini, saham INDR tercatat dimiliki dan dikendalikan oleh Indorama Holdings B.V dengan kepemilikan 67,49 persen dan PT Irama Investama dengan kepemilikan 25 persen. Sementara itu, kepemilikan di masyarakat hanya 7,51 persen atau 49 juta saham INDR.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

emiten indorama eleme Kinerja Emiten aksi emiten emiten ritel indorama
Editor : Kahfi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top