Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Prediksi Harga Bitcoin, Jatuh Sekali Bangkit Berkali-kali?

Crypto winter bukan berarti pertanda kiamat di pasar kripto.
Dewi Fadhilah Soemanagara
Dewi Fadhilah Soemanagara - Bisnis.com 21 Juni 2022  |  12:30 WIB
Prediksi Harga Bitcoin, Jatuh Sekali Bangkit Berkali-kali?
Ilustrasi Bitcoin - Bloomberg
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Harga bitcoin mengalami rebound menyentuh level US$20.000-an usai penurunan dalam sepekan terakhir. Namun, apakah investasi bitcoin masih berpeluang cuan?

Mengutip data CoinMarketCap, Selasa (21/6/2022) pukul 11.46 WIB bitcoin terkerek 2,16 persen ke posisi harga US$20.519. Sebelumnya pada Minggu, (19/6/2022) bitcoin sempat terperosok ke US$17.772 yang merupakan titik terdalamnya dalam sepekan.

CEO Coinbase, Brian Armstrong mengatakan, saat ini sedang terjadi musim dingin di dunia kripto (crypto winter)

“Resesi dapat menyebabkan musim dingin kripto, dan dapat berlangsung untuk waktu yang lama,” paparnya kepada Bloomberg, dikutip Senin (21/6/2022).

Mata uang digital pertama yang diperkenalkan pada 2009 ini menggunakan teknologi blockchain dengan nilai yang tergantung pada pasar, sehingga kondisi pasar pun secara otomatis menjadi sentimen terbesar bitcoin.

George Caloudis dari CoinDesk menuliskan, ada banyak tekanan pasar yang turut memengaruhi bitcoin, di antaranya inflasi sebesar 8,6 persen berdasarkan data dari Indeks Harga Konsumen AS.

Selain itu, kenaikan suku bunga Bank Sentral Amerika The Fed juga dapat menjadi sentimen bagi aset kripto seperti bitcoin.

“Saat imbal hasil naik karena kenaikan suku bunga, aset berisiko seperti saham (dan terkadang bitcoin) akan turun,” ujar George, dikutip Senin (21/6/2022).

Mengutip laman Analytic Insight, bitcoin setidaknya dipengaruhi oleh tingkat inflasi, kebijakan moneter, serta pertumbuhan ekonomi secara umum.

Seperti jenis komoditas lainnya, harga bitcoin sangat dipengaruhi oleh penawaran dan permintaan. Artinya, jumlah koin yang beredar akan berdampak langsung terhadap nilai setiap bitcoin dan seberapa banyak investor yang bersedia membayar atau membelinya.

“Jika lonjakan permintaan berlanjut hingga 2025, ini mungkin meningkatkan penyusutan pasokan, meningkatkan harga bitcoin. Namun, harga ini mungkin masih berfluktuasi dalam berbagai periode boom dan burst,” tutur pengamat Analytic Insight.

Selain itu, biaya produksi bitcoin juga turut berperan dalam menentukan harga akhirnya. Biaya produksi bitcoin melibatkan total biaya dari energi listrik dan infrastruktur yang dibutuhkan dalam proses pembentukan algoritmenya.

VP Marketing Tokocrypto, Adytia Raflein juga menyebut industri aset kripto global saat ini memasuki kontraksi crypto winter. Katalisnya antara lain makroekonomi dan kondisi geopolitik saat ini. Ada catatan penting yang perlu diperhatikan investor.

“Investor harus melakukan penyesuaian dengan kondisi market untuk tetap mendapatkan profit dalam jangka pendek maupun panjang,” kata Adytia dalam keterangannya, dikutip Senin (21/6/2022).

Crypto winter bukan berarti pertanda kiamat di pasar kripto. Pasalnya, dilihat secara historis, musim dingin kripto selalu diiringi dengan kenaikan yang memperkuat bitcoin dan altcoin sehingga dapat mencapai titik tertingginya yang baru.

“Bagi investor, hal terbaik yang harus dilakukan sekarang adalah mencoba dan menilai situasi secara objektif. Oleh karena itu, harus tetap tenang dan mengingat kembali tujuan investasi di kripto sejak awal,” imbuhnya.

Hingga saat ini, bitcoin masih menjadi salah satu aset kripto paling populer untuk diinvestasikan.

Sejumlah platform seperti Wallet Investor memperkirakan bitcoin akan mencapai level US$150.000 pada 2025 mendatang. Melihat tren yang berkembang saat ini, para pengamat bitcoin sepakat bahwa aset kripto tersebut dalam 3 tahun ke depan bisa mencapai US$100.000.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bitcoin cryptocurrency mata uang kripto Tokocrypto aset kripto
Editor : Farid Firdaus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top