Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pefindo Naikkan Peringkat Medco Energi (MEDC) Jadi idAA-

PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menaikkan peringkat PT Medco Energi International Tbk (MEDC) beserta obligasi menjadi idAA- dengan outlook positif dengan mempertimbangkan kinerja perseroan.
Iim Fathimah Timorria
Iim Fathimah Timorria - Bisnis.com 14 Juni 2022  |  20:02 WIB
Pefindo Naikkan Peringkat Medco Energi (MEDC) Jadi idAA-
Fasilitas produksi dan penyimpanan terapung (Floating Production Storage and Offloading/FPSO) Belanak di South Natuna Sea Block B yang dikelola Medco E&P Natuna (MEPN). Istimewa - SKK Migas.
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menaikkan peringkat PT Medco Energi International Tbk (MEDC) beserta obligasi menjadi idAA- dengan outlook positif dengan mempertimbangkan kinerja perseroan.

Kenaikan peringkat mencerminkan ekspektasi Pefindo, leverage keuangan perseroan diperkirakan membaik dengan proyeksi rasio utang terhadap EBITDA di bawah 3 kali dalam jangka pendek menengah dari sebelumnya 4,6 kali pada 2021.

Perbaikan rasio utang terhadap EBITDA dipandang sebagai dampak dari konsolidasi penuh Corridor PSC dan juga diperoleh dari kenaikan harga minyak. MEDC diyakini bisa mempertahankan pengelolaan yang baik terhadap utang dan belanja modal yang didanai utang.

"Kami memandang Corridor PSC akan memperkuat portofolio aset MEDC, dengan bauran energi menjadi 78 persen dari gas dibandingkan dengan saat ini sebesar 64 persen, dengan tambahan produksi tahunan sebesar 60-70 ribu barrels of oil equivalent per day (mboepd),” tulis Pefindo dalam laporannya, Selasa (14/6/2022).

Perjanjian penjualan gas Corridor PSC dengan harga tetap dan tenor jangka panjang akan berkontribusi terhadap EBITDA yang stabil di tengah volatilitas harga minyak.

Pefindo memproyeksikan rasio cakupan utang MEDC akan berada di level kuat dalam jangka pendek hingga menengah dengan proyeksi rasio dana bersih dari operasi (funds from operations/FFO) terhadap utang sebesar 20 persen, meningkat dibandingkan dengan 7,9 persen pada 2021.

Hal ini juga mencakup asumsi harga minyak sebesar US$90 per barrel untuk sisa 2022 dan secara bertahap menurun pada 2023–2025 dan belanja modal sekitar US$275 juta sampai US$350 juta per tahun pada 2022–2025 untuk segmen minyak dan gas.

Pefindo menjelaskan peringkat mencerminkan aset MEDC yang terdiversifikasi, cadangan minyak dan gas yang baik, dan manajemen operasi yang baik. Namun, peringkat dibatasi oleh profil keuangan yang moderat dan risiko-risiko terkait sektor komoditas dan paparan terhadap risiko transisi energi.

“Peringkat dapat dinaikkan jika perusahaan secara berkelanjutan melakukan upaya pengurangan utang yang akan menghasilkan profil keuangan yang konservatif. Hal ini perlu didukung oleh upaya untuk meningkatkan umur cadangan dengan mempertahankan leverage keuangan (di luar segmen pembangkit listrik) di bawah 2 kali,” papar Pefindo.

Peringkat juga dapat diturunkan jika MEDC berutang lebih dari tinggi dibandingkan dengan yang diproyeksikan tanpa diimbangi penguatan profil bisnis yang justru akan melemahkan profil keuangan secara berkelanjutan.

Peringkat juga dapat tertekan jika harga komoditas secara signifikan di bawah yang telah diantisipasi, yang bisa berdampak negatif terhadap pendapatan dan profitabilitas.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pefindo medco medc
Editor : Pandu Gumilar
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top