Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Triputra Agro (TAPG) Pertimbangkan Masuk Sektor Hilir Kelapa Sawit

PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG) tengah bersiap untuk masuk ke sektor usaha hilir kelapa sawit.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 24 Mei 2022  |  16:46 WIB
Pekerja memuat tandan buah segar (TBS) kelapa sawit, di Petajen, Batanghari, Jambi, Jumat (11/12/2020). Dewan Minyak Sawit Indonesia (DMSI) memperkirakan nilai ekspor kelapa sawit nasional tahun 2020 yang berada di tengah situasi pandemi Covid-19 tidak mengalami perbedaan signifikan dibanding tahun sebelumnya yang mencapai sekitar 20,5 miliar dolar AS atau dengan volume 29,11 juta ton. ANTARA FOTO - Wahdi Septiawan
Pekerja memuat tandan buah segar (TBS) kelapa sawit, di Petajen, Batanghari, Jambi, Jumat (11/12/2020). Dewan Minyak Sawit Indonesia (DMSI) memperkirakan nilai ekspor kelapa sawit nasional tahun 2020 yang berada di tengah situasi pandemi Covid-19 tidak mengalami perbedaan signifikan dibanding tahun sebelumnya yang mencapai sekitar 20,5 miliar dolar AS atau dengan volume 29,11 juta ton. ANTARA FOTO - Wahdi Septiawan

Bisnis.com, JAKARTA – PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG) tengah bersiap untuk masuk ke sektor usaha hilir kelapa sawit.

Presiden Direktur TAPG Tjandra Karya Hermanto mengatakan, pihaknya tengah mengkaji kemungkinan perusahaan masuk ke segmen hilir usaha kelapa sawit. TAPG tengah mempertimbangkan untuk menambah fasilitas penyulingan (refinery) sawit agar perusahaan memiliki nilai tambah dalam bisnis CPO.

“Kebun kami saat ini sudah mencukupi, sehingga jika memiliki refinery dapat memberikan nilai tambah hasil produksi perusahaan yang bisa dijual,” jelasnya dalam paparan publik perusahaan, Selasa (24/5/2022).

Tjandra melanjutkan, TAPG tengah mengkaji dua opsi untuk menambah fasilitas tersebut. Opsi pertama adalah membangun pabrik penyulingan tersebut sendiri. Tjandra mengatakan, proses pembangunan diprediksi akan memakan waktu sekitar 1 tahun – 1,5 tahun.

Opsi kedua adalah bermitra dengan perusahaan lain. Tjandra mengatakan, jika perusahaan memilih jalan ini, pembangunan fasilitas tersebut akan lebih cepat dibandingkan dengan opsi pertama.

“Keduanya sedang kami analisa lebih mendalam. Dalam 2 – 3 tahun mendatang diharapkan perusahaan sudah memiliki refinery sendiri,” lanjutnya.

Adapun, untuk tahun ini, TAPG akan membangun beberapa pabrik baru untuk meningkatkan produksi. Perusahaan tengah membanguna pabrik kelapa sawit (PKS) di Kalimantan Timur dengan kapasitas 30 ton per jam yang ditargetkan beroperasi pada kuartal II/2022.

Selain itu, TAPG juga sedang membangun 1 unit pabrik PKO dengan Biogas di Kalimantan Tengah yang berkapasitas 300 ton per hari. Tjandra mengatakan pabrik ini ditargetkan beroperasi pada paruh kedua tahun 2022.

“Kami juga fokus pada program konservasi air sebagai inisiatif untuk mendapatkan pertumbuhan produksi yang berkesinambungan,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

cpo kelapa sawit pt triputra agro persada TAPG
Editor : Pandu Gumilar

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top