Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Protech Mitra (OASA) Berencana Melakukan Right Issue 6 Miliar Saham

Emiten sektor infrastruktur PT Protech Mitra Perkasa Tbk. (OASA) berencana melakukan penawaran saham Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) alias right issue.
Ika Fatma Ramadhansari
Ika Fatma Ramadhansari - Bisnis.com 20 Mei 2022  |  15:30 WIB
(Kiri) Bobby Gafur Umar menjadi pengendali baru PT Protech Mitra Perkasa Tbk. (OASA) - Dok. Perusahaan.
(Kiri) Bobby Gafur Umar menjadi pengendali baru PT Protech Mitra Perkasa Tbk. (OASA) - Dok. Perusahaan.

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten sektor infrastruktur PT Protech Mitra Perkasa Tbk. (OASA) berencana melakukan penawaran saham Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) alias right issue.

Mengutip keterbukaan informasi, Direksi menyampaikan akan melaksanakan tersebut setelah adanya persetujuan pada Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang akan berlangsung pada Senin, 27 Juni 2022 mendatang.

 “Perseroan bermaksud melakukan PMHMETD melalui penerbitan sebanyak-banyaknya 6 miliar saham baru yang berasal dari saham portepel,” tulis Direksi dalam keterbukaan informasi, dikutip Jumat (20/5/2022).

Direksi menjelaskan bahwa saham baru akan dikeluarkan dari portepel perseroan dan akan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku, termasuk Peraturan BEI No. I-A.

Di mana saham baru akan memiliki hak yang sama dan sederajat dalam segala hal termasuk hak atas dividen dengan saham perseroan lainnya.

Sementara itu, untuk harga pelaksanaan maupun jumlah final right issue ungkap perseroan akan diumumkan melalui prospektus yang akan diterbitkan pada waktu sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Melalui aksi right issue ini, perseroan memperkirakan akan menggunakan data yang diperoleh secara garis besar untuk pengembangan dan ekspansi kegiatan usaha perseroan melalui akuisisi dan/ atau penyertaan pada perusahaan target atau investasi strategis.

Selain itu, dana yang terkumpul juga akan digunakan untuk melakukan pembelian aset tetap yang bertujuan menunjang kegiatan operasional perseroan, serta dana juga akan digunakan untuk modal kerja.

“Hal tersebut diharapkan dapat berdampak positif terhadap kinerja keuangan perseroan serta memperkuat kemampuan profitabilitas perseroan serta meningkatkan kemampuan perseroan untuk memperoleh pendanaan dalam rangka pengembangan usahanya,” ungkap Direksi.

Namun bagi pemegang saham yang tidak ikut serta melaksanakan HMETD nanti, perseroan mengingatkan bahwa persentase kepemilikan saham investor tersebut akan terdilusi.

Sementara itu, berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, saat ini 75 persen saham OASA yaitu sebanyak 268,95 juta saham dipegang oleh Direksi Protech Mitra Perkasa Gafur Sulistyo Umar. Dan sisanya 25 persen yaitu sebanyak 89,65 juta saham dimiliki oleh publik.

Emiten yang telah tercatat semenjak 18 Juli 2016 lalu, berdasarkan data Bloomberg pukul 14.05 WIB, tercatat melemah sebesar 1,65 persen atau 10 poin dan membawanya ke level 595, dan telah turun 6,30 persen dalam tiga bulan terakhir. Kapitalisasi pasar OASA pun tercatat sebanyak Rp213,37 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Aksi Korporasi dividen oasa protech mitra perkasa rights issue
Editor : Pandu Gumilar

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Banner E-paper
To top