Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ini Dampak Kenaikan PPN dan Bea Meterai terhadap Reksa Dana

Kenaikan PPN menjadi 11 persen tidak akan terlalu berdampak terhadap daya tarik instrumen reksa dana.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 07 April 2022  |  19:20 WIB
ilustrasi investasi reksa dana
ilustrasi investasi reksa dana

Bisnis.com, JAKARTA - Pengenaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) 11 persen dan bea meterai untuk transaksi akan menimbulkan sejumlah dampak kepada reksa dana. Meski demikian, daya tarik instrumen ini diyakini akan tetap terjaga.

Head of Investment Research Infovesta Utama Wawan Hendrayana menyampaikan bahwa kenaikan PPN menjadi 11 persen tidak akan terlalu berdampak terhadap daya tarik instrumen reksa dana.

“Naiknya hanya sedikit, jadi menurut saya dampaknya tidak akan terlalu terasa ke investor,” jelasnya saat dihubungi, Kamis (7/4/2022).

Selain itu, tidak semua manajer investasi membebankan biaya pajak ini ke investor. Menurutnya, ada sejumlah manajer investasi yang akan menanggung biaya-biaya tersebut.

Wawan menambahkan, dampak tidak langsung dari kenaikan PPN terhadap industri reksa dana adalah membuat harga penjualan beberapa barang meningkat. Dengan peningkatan harga barang tersebut, lanjut dia, dapat memperlambat atau menurunkan pendapatan yang ujungnya terjadi perlambatan ekonomi.

Kenaikan PPN, lanjut Wawan, akan berpengaruh kepada perekonomian dan bisa berpengaruh pada pendapatan emiten. Akan tetapi, hal tersebut menurutnya masih bisa ditangani oleh emiten-emiten terkait.

Sementara itu, pemberlakuan bea meterai untuk transaksi reksa dana di atas Rp10 juta berpotensi berimbas negatif terhadap investor. Wawan mencontohkan, hal ini dapat terjadi apabila investor menjual reksa dananya pada posisi rugi.

“Akan sedikit membebankan investor, tetapi transaksi di reksa dana lebih jarang bila dibandingkan dengan saham. Sehingga, dalam jangka panjang efeknya juga tidak akan begitu terasa,” imbuhnya.

Wawan melanjutkan, kenaikan biaya-biaya pada reksa dana dapat diimbangi dengan potensi return jangka panjang. Sehingga, investor tidak perlu mengkhawatirkan hal tersebut.

Ke depannya, Wawan meyakini reksa dana masih akan terus dilirik oleh para investor. Salah satu faktor pendukung prospek ini adalah kemudahan transaksi pada instrumen ini seiring dengan perkembangan teknologi.

Selain itu, reksa dana juga merupakan salah satu instrumen yang aman dan memiliki return yang cukup optimal.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Tarif PPN reksa dana investasi reksa dana Meterai Bea meterai
Editor : Hafiyyan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top