Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Saham WIR Asia (WIRG) ARA, IDX Techno Menguat Sekalipun IHSG Loyo

IDX Techno terpantau menguat 0,56 persen sekalipun IHSG pada sesi I, Rabu (6/4/2022) loyo 0,71 persen berkat topangan saham PT WIR Asia Tbk. (WIRG) yang auto reject atas (ARA).
Pandu Gumilar & Dewi Fadhilah Soemanagara
Pandu Gumilar & Dewi Fadhilah Soemanagara - Bisnis.com 06 April 2022  |  12:31 WIB
Pengunjung beraktivitas di depan papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (23/2/2022). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Pengunjung beraktivitas di depan papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (23/2/2022). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA – IDX Techno terpantau menguat 0,56 persen sekalipun IHSG pada sesi I, Rabu (6/4/2022) loyo 0,71 persen berkat topangan saham PT WIR Asia Tbk. (WIRG) yang auto reject atas (ARA).

Pada penutupan sesi I, indeks sektoral BEI berisi saham-saham teknologi itu menguat 0,56 persen atau 49,14 poin ke posisi 8.824. Adapun posisi sebelumnya adalah 8.774 sedangkan posisi tertinggi mencapai 8.844,25.

Penguatan itu tidak lepas dari emiten baru WIRG yang mencatatkan ARA 3 hari berturut-turut. Emiten pengembang metaverse PT WIR Asia Tbk. (WIRG) kembali melesat menyentuh auto reject atas (ARA) di hari ketiga pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). Saham WIRG naik 84,12 persen ke level Rp352, Rabu (6/4/2022).

Saham WIRG langsung naik sejak pembukaan perdagangan ke level Rp352.  Saham emiten teknologi itu diperdagangkan sebanyak 1.589 kali dengan jumlah saham yang beredar mencapai 11,69 juta. Berdasarkan data RTI, nilai transaksi diperkirakan mencapai Rp4,2 miliar.

Di sisi lain, emiten teknologi seperti BUKA mengalami penurunan 2,70 persen ke posisi Rp360 dan DCII stagnan di level Rp42.800

Sementara itu, Co-Founder Ngerti Saham Frisca Devi Choirina menjelaskan, bagi investor pemula yang ingin mencoba berinvestasi di sektor saham teknologi perlu mempertimbangkan beberapa hal.

Menurutnya, era baru pasar modal dengan adanya booming saham teknologi ini bisa dibilang baby sector. Meski dari sisi return emiten teknologi sanggup memberikan nominal cukup besar dibanding sektor lainnya di BEI, namun secara year-to-date (ytd) indeks teknologi masih minus.

Untuk potensi risiko, saham teknologi juga sama dengan sektor lainnya. Tetap mengandung risiko-risiko umum. Berkaca dari saham sektor teknologi di Amerika Serikat, di Indonesia saham teknologi juga bisa lebih volatil dibandingkan sektor lainnya.

“Rentan terhadap perubahan suku bunga juga bisa terjadi,” jelas Frisca dalam acara diskusi virtual, (4/4/2022).

Lulusan Harvard Business School Online tersebut menambahkan, kemungkinan potensi disrupsinya juga lebih tinggi untuk mitigasi risiko. Pasalnya, regulasi akan terus berubah-ubah, dan itu akan berpengaruh terhadap kinerja perusahaan.

“Perusahaan teknologi juga jadi sasaran empuk perubahan regulasi yang kadang masih harus ada penyesuaian, jadi cukup sensitif sektor teknologi ke depan,” imbuh Frisca.

Investor diharapkan untuk tetap terbuka dalam menyimak tren pergerakan emiten teknologi. Karena belum terlihat pola yang pasti, bisa jadi mengalami rising atau sunset.

Bahkan, ada juga emiten teknologi yang tidak membagi-bagikan dividen jika berkaca dari pengalaman negara lainnya. Kalaupun ada, dividen yang dibagikan tidak lebih dari 2 persen.

Sehingga, lanjut Frisca, pemula yang berminat dengan saham teknologi disarankan untuk investasi jangka pendek.

“Pemula lebih baik melakukan investasi jangka pendek atau menengah dengan memanfaatkan momentum emiten teknologi yang memiliki volatilitas tinggi,” tutup Frisca.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG Indeks BEI teknologi auto rejection metaverse WIR Asia WIRG WIRG
Editor : Pandu Gumilar

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top