Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

PPN Naik Jadi 11 Persen, Bagaimana Prospek Instrumen Reksa Dana?

Dampak kenaikan pajak pertambahan nilai (PPN) dinilai minim terhadap industri reksa dana.
Ika Fatma Ramadhansari
Ika Fatma Ramadhansari - Bisnis.com 03 April 2022  |  19:18 WIB
PPN Naik Jadi 11 Persen, Bagaimana Prospek Instrumen Reksa Dana?
ILUSTRASI REKSA DANA. Bisnis - Himawan L Nugraha
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Kenaikan pajak pertambahan nilai (PPN) tetap memiliki beberapa dampak tidak langsung terhadap instrumen reksa dana.

Head of Investment Research Infovesta Utama Wawan Hendrayana menyampaikan bahwa dampak tidak langsung dari kenaikan PPN menjadi 11 persen dari sebelumnya sebesar 10 persen adalah bisa jadi membuat harga penjualan beberapa barang meningkat. 

Dengan peningkatan harga barang tersebut, lanjut dia, dapat memperlambat atau menurunkan pendapatan yang ujungnya terjadi perlambatan ekonomi. 

“Tetapi menurut saya sih kalau kita sekarang [kenaikan PPN] tidak terlalu berpengaruh sih. Yang betul-betul terpengaruh di reksa dana itu terkait fee transaksi,” ungkap Wawan kepada Bisnis, dikutip Minggu (3/4/2022).

Terkait dengan fee transaksi, Wawan berpendapat kenaikan 1 persen tidak akan terlalu berpengaruh bagi investor dan menurutnya pengaruh langsungnya terhadap industri reksa dana minimal sekali.  

Secara tidak langsung, Wawan melanjutkan bahwa kenaikan PPN berpengaruh kepada perekonomian dan bisa berpengaruh pada pendapatan emiten. Akan tetapi, hal tersebut menurutnya masih bisa ditangani oleh emiten-emiten terkait. 

Lebih lanjut, Wawan mengingatkan investor ke depannya perlu memperhatikan sentimen terkait makro ekonomi ditambah lagi saat ini tengah menghadapi Lebaran. 

“Di luar katalis positifnya, negatifnya [makro ekonomi] juga menghadapi potensi kenaikan inflasi,” jelas Wawan. 

Jika terjadi kenaikan inflasi maka terdapat potensi kenaikan suku bunga. Selain itu, dia juga mengingatkan bahwa investor perlu memperhatikan perkembangan dari invasi Rusia ke Ukraina. 

Di mana saat ini terpantau mulai mereda yang salah satunya terlihat dari penurunan harga komoditas.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

investasi komoditas Tarif PPN manajer investasi reksa dana Perang Rusia Ukraina
Editor : M. Nurhadi Pratomo
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top