Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Far East Gold dari Australia Caplok Tambang Emas Woyla, Trenggalek dan Wonogiri

Salah satu investor pada IPO Far East Gold adalah Michaelangelo Moran, yang merupakan salah satu pendiri unicorn GoJek.
Farid Firdaus
Farid Firdaus - Bisnis.com 28 Maret 2022  |  09:51 WIB
Proyek emas tembaga Woyla merupakan Kontrak karya generasi ke-6 seluas 24.260 ha di wilayah Aceh, Sumatera Utara, Indonesia - Dok.Far East Gold
Proyek emas tembaga Woyla merupakan Kontrak karya generasi ke-6 seluas 24.260 ha di wilayah Aceh, Sumatera Utara, Indonesia - Dok.Far East Gold

Bisnis.com, JAKARTA – Far East Gold (FEG) resmi mencatatkan saham perdana di Bursa Efek Australia (ASX) pada hari ini, Senin (28/3/2022). Salah satu fokus perusahaan adalah mengakuisisi 3 tambang emas di Indonesia.

Berdasarkan prospektus initial public offering (IPO), FEG menerbitkan saham baru sebanyak 60 juta saham dengan harga 0,20 dolar Australia per saham. Dengan demikian, perusahaan mengantongi dana segar sekitar 12 juta dolar Australia dari IPO ini.

Chairman FEG Paul Walker mengatakan perusahaan telah mendapatkan hak komersial untuk akuisisi, eksplorasi, dan pengembangan tiga proyek pertambangan yang berlokasi di wilayah Drummond Basin dan Connors Arc, Queensland, Australia. Lalu 3 proyek di Indonesia yakni, tambang emas Woyla di Aceh, Trenggalek di Jawa Timur dan Wonogiri di Jawa Tengah.

“Indonesia menghadirkan peluang yang menarik bagi perusahaan pertambangan pada umumnya dan Far East Gold pada khususnya. Indonesia berkembang pesat  kekayaan sumber daya alam dan manusia,” jelasnya pada prospektus. 

Menurutnya, cadangan mineral yang besar dan biaya operasi yang relatif rendah di Indonesia adalah salah satu kontributor terbesar dunia untuk sektor pertambangan global. Indonesia saat ini merupakan produsen emas terbesar ke-6 dan ke-12 di dunia

Adapun Drummond Basin dan Connors Arc adalah lokasi yang mapan untuk eksplorasi dan operasi emas di Queensland. Drummond Basin secara historis menghasilkan lebih dari 4,5 juta ons emas dan memiliki total cadangan emas yang diketahui lebih dari 7,5 juta ons emas.

Sementara untuk 3 tambang emas di Indonesia, berikut data yang dipaparkan FEG dalam prospektusnya:

1. Proyek Emas Woyla

Kontrak karya generasi ke-6 seluas 24.260 ha di wilayah Aceh, Sumatera Utara, Indonesia. Far East Gold berpendapat bahwa proyek ini adalah salah satu proyek emas tembaga murni yang paling prospektif di Asia Tenggara. Far East Gold telah mengamankan hak untuk memperoleh 80 persen hak partisipasi dalam proyek tersebut.

2. Proyek Emas Trenggalek

Proyek dengan IUP OP (Izin Pertambangan Operasi dan Produksi) seluas 12.813 ha di Jawa Timur, Indonesia. Proyek Ini merupakan proyek lanjutan telah menyelesaikan lebih dari 17.700m pengeboran dan menampung beberapa prospek porfiri dan epitermal skala besar.

Far East Gold telah mengamankan hak untuk memperoleh 100 persen hak partisipasi dalam proyek tersebut.

3. Proyek Emas Wonogiri

Proyek dengan 3.928 ha IUP Exp (Izin Pertambangan untuk Eksplorasi) di Jawa Tengah, Indonesia.

Proyek lanjutan ini memiliki perkiraan sumber daya JORC 2012 yang, dengan menggunakan kadar 0,2 g/t AuEq, mengandung 81,56 juta ton pada 0,44 g/t AuEq (0,38 g/t emas dan 0,11 persen tembaga). Ini mewakili 996.500 ons emas dan 190 juta pon tembaga, atau 1,15 juta ons AuEq.

Pada titik potong kadar 0,5g/t AuEq perkiraan total sumber daya yang terkandung adalah 20,95 juta ton pada 0,85 g/t Au dan 0,16 persen tembaga, mewakili 573.000 ons AuEq terdiri dari 533.000 ons emas dan 74 juta pon tembaga.

Far East Gold telah mengamankan hak untuk memperoleh 100 persen hak partisipasi dalam proyek tersebut.

Mengutip Financial Review, Far East Gold didukung oleh para eksekutif yang memiliki pengalaman puluhan tahun dalam pendekatan berbasis hubungan untuk berhasil di Indonesia.

Adapun salah satu investor IPO Far East Gold adalah Michaelangelo Moran, salah satu pendiri unicorn GoJek. Tak ketinggalan, perusahaan investasi asal Amerika Serikat, Price Street Capital juga membeli IPO Far East Gold. Pendiri Prince Street, David Halpert, tinggal di Singapura dan memiliki koneksi dekat di Indonesia.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

aceh australia tambang emas
Editor : Farid Firdaus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top