Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ini Rekomendasi Saham Sektor Unggas saat Harga Pakan Melambung

Ciptadana Sekuritas Asia memilih JPFA sebagai top pick, seiring dengan margin usaha yang lebih stabil dibandingkan dengan emiten unggas lainnya.
Iim Fathimah Timorria
Iim Fathimah Timorria - Bisnis.com 23 Februari 2022  |  14:11 WIB
Pekerja memanen telur ayam ternaknya di kelurahan Rangas, Mamuju, Sulawesi Barat, Kamis (5/11 - 2020). Menurut peternak memasuki bulan Maulid, harga telur di pasar mengalami kenaikan dari harga Rp38.000 per rak isi 30 butir menjadi Rp43.000. ANTARA
Pekerja memanen telur ayam ternaknya di kelurahan Rangas, Mamuju, Sulawesi Barat, Kamis (5/11 - 2020). Menurut peternak memasuki bulan Maulid, harga telur di pasar mengalami kenaikan dari harga Rp38.000 per rak isi 30 butir menjadi Rp43.000. ANTARA

Bisnis.com, JAKARTA — Sejumlah sentimen negatif masih membayangi kinerja emiten sektor perunggasan, meski sisi pasokan dan permintaan mulai memperlihatkan keseimbangan. Namun harga bahan baku yang relatif tetap tinggi bisa menambah beban di sisi pakan.

Analis Ciptadana Sekuritas Asia Michael Filbery mengemukakan bahwa harga ayam broiler pada kuartal IV/2021 cenderung lebih tinggi daripada kuartal sebelumnya, didukung oleh pasokan dan tingkat permintaan naik serta mobilitas yang lebih longgar.

“Kami memperkirakan margin operasional untuk segmen ayam broiler dan day old chicken [DOC] pada saham JPFA, CPIN, dan MAIN akan terakselerasi. Sebelumnya segmen ini sempat terkontraksi karena harga broiler dan DOC yang lebih rendah,” kata Michael, dikutip dari risetnya, Selasa (22/2/2022).

Kebijakan pemangkasan populasi pada periode November-Desember 2021 juga memainkan peran dalam menjaga keseimbangan pasokan. Kebijakan pemusnahan telur tertunas pada periode ini diperkirakan bisa memangkas potensi surplus pada Februari sebanyak 83,9 persen.

Seiring dengan upaya stabilisasi di sisi pasokan, Michael juga mencatat adanya kenaikan konsumsi sebesar 3,6 persen secara kuartalan pada pengujung 2021, imbas dari mobilitas yang lebih longgar. Dia mengestimasi konsumsi ayam bisa naik 5 persen pada tahun ini menjadi 3 miliar kilogram. Namun, risiko pembatasan akibat naiknya kasus Covid-19 bisa menjadi penghambat konsumsi di kuartal I/2022.

Di sisi lain, harga bahan baku pakan seperti bungkil kedelai terpantau relatif lebih tinggi dengan kenaikan mencapai 16,7 persen pada kuartal IV/2021 dibandingkan dengan harga rata-rata pada kuartal III/2020 akibat produksi yang berkurang di Amerika Selatan imbas kekeringan. Harga jagung di Jawa Timur dijual di level Rp5.500 per kilogram, lebih tinggi daripada harga rata-rata pada kuartal IV/2020 sebesar Rp4.500 per kg.

“Kami masih melihat adanya risiko depresiasi pada margin segmen pakan pada semua integrator pada kuartal I/2022 setelah melihat tren kenaikan harga bahan baku yang berlanjut,” lanjutnya.

Melihat serangkaian sentimen tersebut, terutama tekanan segmen pakan akibat harga bahan baku yang tinggi, Michael memasang rating netral untuk sektor perunggasan. Namun dia masih memperkirakan harga unggas yang lebih stabil.

Ciptadana Sekuritas Asia memilih JPFA sebagai top pick, seiring dengan margin usaha yang lebih stabil dibandingkan dengan emiten unggas lainnya.

“Kami merekomendasikan buy untuk JPFA dan MAIN dengan target harga masing-masing Rp2.000 dan Rp Rp800. Sementara untuk CPIN kami merekomendasikan hold dengan target harga Rp6.300,” kata Michael.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

japfa comfeed charoen pokphand indonesia malindo feedmill emiten perunggasan
Editor : Farid Firdaus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top