Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

ADCP Tetapkan Harga IPO di Batas Bawah, Ini Pertimbangannya

PT Adhi Commuter Properti Tbk. (ADCP) menjelaskan penetapan harga IPO dilakukan berdasarkan kombinasi beberapa metode valuasi.
Hafiyyan & Annisa K. Saumi
Hafiyyan & Annisa K. Saumi - Bisnis.com 16 Februari 2022  |  10:31 WIB
ADCP Tetapkan Harga IPO di Batas Bawah, Ini Pertimbangannya
LRT City Jatibening, salah satu proyek PT Adhi Commuter Properti Tbk.
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Entitas anak BUMN PT Adhi Karya (Persero) Tbk. (ADHI), PT Adhi Commuter Properti Tbk. (ADCP) menetapkan harga penawaran umum perdana saham di batas bawah Rp130, dari harga penawaran awal di kisaran Rp130-Rp200.

Manajemen ADCP dalam pengumumannya di harian Bisnis Indonesia hari ini, Rabu (16/2/2022) mengatakan, penetapan rentang harga penawaran dilakukan berdasarkan kombinasi beberapa metode valuasi.

Metode tersebut seperti metode perhitungan Discounted Cash Flow atas proyeksi pendapatan perseroan, serta rasio perbandingan EV/EBITDA dan P/E dari beberapa perusahaan publik yang tercatat di bursa efek regional yang dapat dijadikan perbandingan.

Rentang harga penawaran tersebut disampaikan ke para calon investor pada saat pelaksanaan penawan awal atau bookbuilding.

"Selain itu, penentuan harga awal juga mempertimbangkan faktor seperti kondisi pasar saat bookbuilding dilakukan, kinerja perusahaan, serta data dan informasi mengenai perseroan, kinerja perseroan, sejarah singkat, prospek usaha, dan keterangan industri perhotelan dan real estat di Indonesia," seperti dikutip dari prospektus.

Lalu penilaian terhadap direksi dan manajemen, operasi atau kinerja perseroan, baik di masa lampau maupun saat ini, serta prospek usaha dan prospek pendapatan di masa datang. Kemudian status dari perkembangan terakhir perseroan dan pertimbangan kinerja saham di pasar sekunder.

ADCP dalam IPO ini melepas 2.222.222.200 (2,22 miliar) saham atau setara 10 persen dari modal ditempatkan dan disetor. Sebelumnya, ADCP alam menawarkan sebanyak-banyaknya 8.011.204.500 (8,01 miliar) saham  atau setara 28,6 persen dari modal ditempatkan dan disetor.

"Nilai nominal ditetapkan Rp100. ADCP pun berpotensi meraup dana segar sejumlah Rp288,88 triliun," seperti dikutip dari prospektus ADCP.

Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek adalah PT Bahana Sekuritas, PT CIMB Niaga Sekuritas, PT Maybank Sekuritas Indonesia, PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, PT RHB Sekuritas Indonesia, dan PT Sucor Sekuritas. Penjamin emisi efek ialah PT Indosurya Bersinar Sekuritas, PT Panin Sekuritas Tbk., dan PT Yulie Sekuritas Indonesia Tbk.

Berikut indikasi jadwal IPO ADCP

- Tanggal efektif: 15 Februari 2022

- Masa penawaran umum: 16-21 Februari 2022

- Tanggal penjatahan: 21 Februari 2022

- Tanggal distribusi saham secara elektronik: 22 Februari 2022

- Tanggal pencatatan di Bursa Efek Indonesia: 23 Februari 2022

ADCP juga menggelar program opsi kepemilikan saham untuk manajemen dan karyawan (Mesop) sebanyak-banyaknya 444.444.440 (444,44 juta) saham atau 2 persen dari modal ditempatkan dan disetor.

ADCP berencana menggunakan 49 persen dari dana IPO ini untuk untuk pembayaran kembali sebagian pokok Obligasi Seri A. Selanjutnya, 26 persen untuk pengembangan proyek existing Adhi Sentul City. Terakhir, 25 persen dana IPO untuk akuisisi lahan baru.

Mengutip keterangan di situs perseroan, PT Adhi Commuter Properti (ADCP) merupakan pengembang properti berbasis transportasi massal (TOD) pertama dan terbesar di Indonesia.

ADCP merupakan salah satu anak usaha perusahaan Milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT Adhi Karya (Persero), Tbk. yang bergerak di bidang Property, Hospitality & Support.

Dimulai dari divisi Transit Oriented Development (TOD) Adhi Karya di tahun 2015 dan berkembang menjadi entitas terpisah pada tahun 2018.

PT Adhi Commuter Properti didirikan dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan dalam menyediakan kawasan hunian terintegrasi dan support facilities di area sekitar jalur Light Rail Transit (LRT).

Hunian ADCP mengedepankan unsur connect, mixed-use, shift & transit, walkable dan densify, kawasan LRT City akan menjadi solusi bagi masyarakat yang tidak hanya memberikan kenyamanan bertempat tinggal, tetapi juga kawasan ini akan menjadi peradaban baru dalam kehidupan masyarakat kaum urban.

Sejumlah 11 proyek ADCP yang sedang dikembangkan, yakni LRT City Bekasi-Eastern Green, LRT City Bekasi-Green Avenue, LRT City Jatibening, LRT City MTH, LRT City Tebet, LRT City Ciracas, LRT City Cibubur, LRT City Sentul, Adhi City Sentul, Grand Central Bogor-Member of LRT City, Cisauk Point Member of LRT City, dan Oase Park-Member of LRT City.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bursa efek indonesia BUMN ipo Adhi Commuter Properti ADCP
Editor : Hafiyyan
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top