Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Melonjak 124 Persen, Saham MNC Energy (IATA) Masuk Radar BEI

Selama 5 hari terakhir, saham IATA telah melonjak 124,66 persen. Lonjakan ini terjadi di tengah rencana perusahaan mengubah fokus bisnis ke bidang investasi dan perusahaan induk.
Farid Firdaus
Farid Firdaus - Bisnis.com 11 Februari 2022  |  07:31 WIB
Melonjak 124 Persen, Saham MNC Energy (IATA) Masuk Radar BEI
Chairman MNC Group Hary Tanoesoedibjo menyampaikan sambutan pada pembukaan perdagangan saham di Jakarta, Senin (8/10/2018). - JIBI/Dedi Gunawan
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa Efek Indonesia mencatat telah terjadi peningkatan harga saham PT Indonesia Transport & Infrastructure Tbk. (IATA) yang di luar kebiasaan (unusual market activity/UMA).

Kemarin (10/2/2022), saham IATA yang kini berganti nama menjadi PT MNC Energy Investments Tbk. ditutup 4,46 persen atau 7 poin ke Rp164. Sebelumnya, selama dua hari beruntun saham IATA terkena batas auto reject atas (ARA).

Selama 5 hari terakhir, saham IATA telah melonjak 124,66 persen. Lonjakan ini terjadi di tengah rencana perusahaan mengubah fokus bisnis ke bidang investasi dan perusahaan induk.

Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang diselenggarakan Kamis (10/2/2022), para pemegang saham menyetujui perubahan bisnis utama IATA, dari yang sebelumnya transportasi udara menjadi perusahaan investasi, dengan investasi pada unit-unit bisnisnya yang bergerak di bidang usaha pertambangan, infrastruktur, dan transportasi udara.

IATA juga telah mendapat restu dari pemegang sahamnya untuk mengambilalih 99,33 persen saham PT Bhakti Coal Resources (BCR) dari PT MNC Investama Tbk (BHIT).

BCR merupakan perusahaan induk dari sembilan perusahaan batubara dengan Izin Usaha Pertambangan (IUP) di Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, yang meliputi PT Bhumi Sriwijaya Perdana Coal (BSPC) dan PT Putra Muba Coal (PMC).

Keduanya sudah beroperasi dan aktif menghasilkan batubara dengan kisaran GAR 2.800 – 3.600 kkal/kg. Dengan total area seluas 9.813 hektare, BSPC memiliki perkiraan total sumber daya 130,7 juta mterik ton [MT], sementara PMC memiliki 76,9 juta MT, dengan perkiraan total cadangan masing-masing sebesar 83,3 juta MT dan 54,8 juta MT. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

grup mnc unusual market activity indonesia transport & infrastructure
Editor : Farid Firdaus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top