Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Sah! Pemegang Saham MNC Energy (IATA) Sepakati Rights Issue

Rights issue ini dilakukan untuk menyelesaikan hak tagih PT MNC Investama Tbk. (BHIT) terhadap perseroan, dalam rangka akuisisi PT Bhakti Coal Resources (BCR).
Iim Fathimah Timorria
Iim Fathimah Timorria - Bisnis.com 18 Mei 2022  |  15:42 WIB
Executive Chairman MNC Group Hary Tanoesoedibjo. Bisnis - Himawan L Nugraha
Executive Chairman MNC Group Hary Tanoesoedibjo. Bisnis - Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA – Para pemegang saham PT MNC Energy Investments Tbk. menyepakati rencana penambahan modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) alias rights issue. Kesepakatan ini dicapai dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar hari ini, Rabu (18/5/2022).

“Pada hari ini, IATA mengadakan RUPSLB untuk meminta persetujuan penerbitan HMETD sebanyak-banyaknya sejumlah 14.840.555.748 saham seri B, yang disertai dengan penerbitan sebanyak-banyaknya 2.968.111.149 waran seri I,” tulis manajemen IATA dalam keterangan resmi, Rabu (18/5/2022).

Rights issue ini dilakukan untuk menyelesaikan hak tagih PT MNC Investama Tbk. (BHIT) terhadap perseroan, berdasarkan surat sanggup yang diterbitkan oleh perseroan dalam rangka akuisisi PT Bhakti Coal Resources (BCR).

Selain untuk penyelesaian pembelian BCR, dana dari hasil HMETD akan digunakan untuk modal kerja untuk peningkatan produksi batu bara dan ekspansi di sektor energi.

Sebagaimana diketahui, IATA telah mengakuisisi 99,33 persen saham BCR. Bhakti Coal Resources merupakan perusahaan pemilik 9 Izin Usaha Pertambangan (IUP) perusahaan batu bara yang memiliki wilayah kerja di Musi Banyuasin, Sumatra Selatan.

IATA dalam keterangan resmi juga menyebutkan upaya pengembangan bisnis IATA dan anak-anak perusahaannya masih terus dilakukan. Secara organik, BCR tetap fokus untuk meningkatkan produksi pada IUP yang telah beroperasi dan memulai produksi di IUP baru untuk memanfaatkan momentum harga batu bara yang masih sangat tinggi.

Secara inorganik, IATA akan tetap mengejar peluang akuisisi tambang baru baik batu bara maupun mineral lainnya seperti emas dan nikel serta menakar prospek lain yang berkaitan dengan energi terbarukan.

“Kami akan terus berevolusi guna meningkatkan sinergi dan efektivitas di semua lini bisnis. Perseroan berencana untuk terjun di usaha kontraktor, logistik dan transportasi, trading, dan lain sebagainya,” tulis manajemen IATA.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

iata grup mnc indonesia transport & infrastructure rights issue
Editor : Farid Firdaus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top