Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

IHSG Ditutup Turun, Asing Borong Saham TLKM-BBRI, Lepas BBCA-ANTM

IHSG ditutup turun 0,47 persen atau 30,98 poin menjadi 6.614,06, setelah ambrol lebih dari 1,4 persen.
Ika Fatma Ramadhansari
Ika Fatma Ramadhansari - Bisnis.com 18 Januari 2022  |  15:01 WIB
Pengunjung melintasi papan elektronik yang menampilkan pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (22/3/2021). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Pengunjung melintasi papan elektronik yang menampilkan pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (22/3/2021). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA - Indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup turun pada perdagangan Selasa (18/1/2022) seiring dengan pelemahan bursa global.

IHSG ditutup turun 0,47 persen atau 30,98 poin menjadi 6.614,06. Sepanjang sesi, indeks bergerak di rentang 6.667,40-6.534,27.

Total transaksi jelang penutupan mencapai Rp11,38 triliun. Investor asing masih memborong saham dengan net buy Rp127,02 miliar.

Saham TLKM, AGRO, BBRI menjadi yang paling banyak diborong investor asing dengan net buy masing-masing Rp174,6 miliar, Rp56,1  iliar, dan Rp545,5 miliar.

Di sisi lain, investor asing melepas saham BBNI, BBCA, ANTM dengan net sell masing-masing Rp95,9 miliar, Rp66,5 miliar, dan Rp57,8 miliar.

OCBC Sekuritas dalam risetnya menyampaikan, IHSG kembali melanjutkan tren negatifnya dengan pelemahan yang cukup signifikan dimana pengaruh sentiment negatif dari eksternal dan domestik kembali mempengaruhi pergerakan IHSG hari ini.

Bursa Asia lainnya juga terlihat bergerak cenderung negatif dengan pelemahan yang juga terlihat di bursa Jepang, Hong Kong, Australia serta Korea Selatan.

Tren pelemahan di Bursa Asia tampaknya dipengaruhi peringatan beberapa kalangan akan adanya potensi kenaikan inflasi global dimana terakhir Presiden China Xi Jinping juga menyinggung soal ini dalam event virtual Davos Agenda.

Kondisi ini pada akhirnya akan membuat tren kenaikan suku bunga acuan global dan percepatan kebijakan moneter ketat di tengah kondisi ekonomi dunia yang masih berusaha bangkit akibat tekanan pandemi Covid-19 yang masih terus melanda.

Di sisi lain, kasus Covid-19 Omicron yang hingga saat ini masih menunjukkan peningkatan di tingkat global juga diperkirakan akan berpotensi terjadi di Indonesia.

"DKI Jakarta dikabarkan akan kembali mengambil opsi PPKM level 3 atau meningkat dibanding PPKM level 2 yang telah berjalan selama ini sehingga menekan IHSG," imbuh OCBC Sekuritas.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG Indeks BEI bni telkom
Editor : Hafiyyan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top