Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Multipolar (MLPL) Mau Rights Issue 1,999 Miliar Saham, Begini Rinciannya

Penerbitan saham baru ini memiliki nilai nominal Rp100 setiap saham, yang ditawarkan dengan harga pelaksanaan Rp500 setiap saham baru.
Annisa Kurniasari Saumi
Annisa Kurniasari Saumi - Bisnis.com 10 Januari 2022  |  20:32 WIB
Presiden Direktur dan CEO PT Multipolar Tbk. (MLPL) Adrian Suherman dalam webinar Multipolar, Selasa (14/12/2021) - Bisnis/Annisa Kurniasari Saumi.
Presiden Direktur dan CEO PT Multipolar Tbk. (MLPL) Adrian Suherman dalam webinar Multipolar, Selasa (14/12/2021) - Bisnis/Annisa Kurniasari Saumi.

Bisnis.com, JAKARTA - PT Multipolar Tbk. (MLPL) menyampaikan akan menawarkan sebanyak-banyaknya 1,999 miliar saham biasa atas nama kelas C dalam penawaran umum terbatas untuk penambahan modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu VII (HMETD) atau rights issue.

Dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Manajemen Multipolar mengatakan, penerbitan saham baru ini memiliki nilai nominal Rp100 setiap saham, yang ditawarkan dengan harga pelaksanaan Rp500 setiap saham baru.

"Penerbitan saham baru ini mewakili sebanyak-banyaknya 12,02 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah HMETD VII, sehingga nilai HMETD VII sebanyak-banyaknya sebesar Rp999,80 miliar," tulis Manajemen MLPL, Senin (10/1/2022).

Setiap pemegang 51 saham biasa atas nama kelas A, kelas B, dan kelas C, yang namanya tercantum dalam daftar pemegang saham pada 4 Maret 2022, mendapatkan 7 HMETD dengan satu HMETD berhak untuk membeli satu saham baru dengan nilai nominal Rp100 per saham, dengan harga pelaksanaan Rp500 per saham.

Pemegang saham yang tidak melaksanakan HMETD yang ditawarkan sesuai porsi sahamnya, maka kepemilikan sahamnya akan terdilusi sampai maksimal 12,02 persen.

Manajemen MLPL melanjutkan, dana hasil rights issue ini sebesar Rp90 miliar akan digunakan untuk pelunasan sebagian pokok utang perseroan ke PT Bank CIMB Niaga Tbk. (BNGA). Kemudian sekitar Rp174 miliar atau setara US$12 juta akan digunakan perseroan untuk pelunasan sebagian pokok utang perseroan kepada PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI).

"Sisanya akan digunakan untuk pengembangan usaha perseroan dan atau investasi, baik secara langsung maupun melalui perusahaan anak," ujar Manajemen MLPL.

Bertindak sebagai pembeli siaga dalam rights issue ini adalah PT Inti Anugerah Pratama, yang juga merupakan pemegang saham utama MLPL.

Inti Anugerah Pratama (IAP) akan melaksanakan seluruh HMETD yang akan diperolehnya dan akan bertindak sebagai pembeli siaga dengan saham yang nilainya setara dengan sebanyak-banyaknya Rp520 miliar. IAP akan melaksanakan seluruh HMETD yang dimilikinya sejumlah 761,92 juta saham baru.

Sebagai pembeli siaga, apabila setelah alokasi tersebut masih terdapat sisa saham yang ditawarkan, maka IAP akan membeli sebagian sisa saham yang tidak diambil dengan harga pelaksanaan Rp500 setiap saham baru, yaitu sebanyak-banyaknya 278,07 juta saham atau setara Rp139,03 miliar yang seluruhnya akan dibayar secara tunai.

"Apabila rights issue hanya dilaksanakan IAP, maka kepemilikan IAP pada perseroan adalah sebesar 42,04 persen," tutur Manajemen MLPL.

Adapun, pencatatan saham baru hasil pelaksanaan HMETD akan dilakukan di BEI pada 8 Maret 2022. Sementara tanggal terakhir pelaksanaan rights issue adalah tanggal 14 Maret 2022.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

multipolar mlpl rights issue
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top