Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Bitcoin Masih Bisa Uji All Time High Lagi Tahun Ini, Simak Analisisnya

Pergerakan harga Bitcoin akan mengikuti fluktuasi dan sentimen pada pasar global.
Ilustrasi Mata Uang Kripto Bitcoin/Antara
Ilustrasi Mata Uang Kripto Bitcoin/Antara

Bisnis.com, JAKARTA – Harga Bitcoin masih berpeluang menguji level harga tertingginya sepanjang masa pada tahun 2021. Meski demikian, kebijakan tapering The Fed akan menjadi salah satu sentimen utama yang diperhatikan pasar pada tahun depan.

Founder Traderindo.com Wahyu Laksono mengatakan sejauh ini, harga Bitcoin telah anjlok sekitar 38,5 persen dari level tertingginya sepanjang masa. Menurutnya, pergerakan harga Bitcoin akan mengikuti fluktuasi dan sentimen pada pasar global.

Ia menjelaskan, ketika isu pengetatan kebijakan untuk aset kripto di China mengemuka, harga Bitcoin mengalami koreksi dari harga US$65.000 pada April 2021 menjadi sekitar US$35.000 di bulan Juni.

“Hal serupa juga terjadi ketika ada pernyataan dari penggerak pasar kripto seperti Elon Musk yang dapat mengerek atau menekan harga Bitcoin,” jelasnya saat dihubungi pada Selasa (21/12/2021).

Menurutnya, saat ini koreksi harga Bitcoin terjadi seiring dengan pengesahan Undang-Undang Investasi Infrastruktur yang digarap oleh Presiden AS, Joe Biden.

Pada Undang-Undang tersebut, perusahaan penyedia jasa crypto wallet kini harus melaporkan data perpajakan pelanggannya. Di sisi lain, perusahaan crypto wallet umumnya tidak mengumpulkan data perpajakan dari para pelanggan.

Wahyu memprediksi, harga Bitcoin masih dapat menguat hingga akhir tahun. Secara historis, pergerakan harga Bitcoin cenderung menguat pada awal dan akhir tahun. Rekor harga tertinggi juga umumnya terjadi pada waktu-waktu tersebut.

Seiring dengan sentimen tersebut, Wahyu memprediksi Bitcoin akan bergerak pada rentang US$40.000 hingga US$70.000. Namun, dengan pola konsolidasi harga yang terjadi sejauh ini, menurutnya level wajar Bitcoin pada akhir tahun adalah sebesar US$50.000.

Sementara itu, pergerakan harga Bitcoin masih berpotensi mengalami konsolidasi lanjutan. Hal ini seiring dengan kebijakan tapering The Fed yang akan berlanjut hingga pertengahan 2022. Menurut Wahyu, hal tersebut dapat menekan pergerkan harga Bitcoin.

“Jika asumsinya terkait tapering, kisaran harga Bitcoin pada tahun depan saya perkirakan di level US$20.000 hingga US$70.000,” katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper