Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Krakatau Steel (KRAS) Mau Rights Issue Tahun Depan, Sudah Tepat?

Analis menilai rights issue yang akan dilakukan Krakatau Steel berpotensi menurunkan beban bunga yang harus ditanggung perseroan.
Annisa Kurniasari Saumi
Annisa Kurniasari Saumi - Bisnis.com 23 November 2021  |  19:55 WIB
Presiden Joko Widodo menandatangani baja produk terbaru saat meresmikan pabrik Hot Strip Mill 2 PT Krakatau Steel (Persero) Tbk di Kota Cilegon, Banten, Selasa (21/9/2021). Pabrik ini memiliki kapasitas produksi hot rolled coil (HRC) sebesar 1,5 juta ton per tahun dan merupakan pabrik pertama di Indonesia yang mampu menghasilkan HRC kualitas premium./ANTARA FOTO - Biro Pers Media Setpres/Agus Suparto
Presiden Joko Widodo menandatangani baja produk terbaru saat meresmikan pabrik Hot Strip Mill 2 PT Krakatau Steel (Persero) Tbk di Kota Cilegon, Banten, Selasa (21/9/2021). Pabrik ini memiliki kapasitas produksi hot rolled coil (HRC) sebesar 1,5 juta ton per tahun dan merupakan pabrik pertama di Indonesia yang mampu menghasilkan HRC kualitas premium./ANTARA FOTO - Biro Pers Media Setpres/Agus Suparto

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten baja pelat merah PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. (KRAS) berencana melakukan penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue pada 2022.

Aksi korporasi ini dilakukan perseroan untuk memperbaiki struktur permodalan dan mengurangi utang perseroan.

Analis BCA Sekuritas Achmad Yaki Yamani melihat, aksi korporasi yang akan dilakukan Krakatau Steel ini berpotensi menurunkan beban bunga yang harus ditanggung perseroan.

"Rights issue ini diyakini akan mampu menurunkan beban bunga yang harus ditanggung Krakatau Steel," kata Yaki dihubungi Bisnis, Selasa (23/11/2021).

Yaki melanjutkan, penurunan beban bunga atas pelunasan utang ini berpotensi menurunkan beban keuangan, yang nantinya bisa meningkatkan laba Krakatau Steel.

Dia mencermati, hingga kuartal III/2021 utang jangka pendek emiten berkode saham KRAS ini berjumlah US$1,56 miliar, dengan utang jangka panjang senilai US$1,75 miliar. Sehingga, total kewajiban perseroan hingga kuartal III/2021 mencapai US$3,32 miliar.

Lebih lanjut, Yaki menyebut top line KRAS berpotensi meningkat, jika sektor otomotif dan infrastruktur, atau konstruksi dan properti kembali bergairah.

Adapun Direktur Utama KRAS Silmy Karim mengatakan, pihaknya juga tengah menyiapkan diri untuk ikut serta dalam pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) baru. Dia menuturkan, Krakatau Steel akan menjadi pemasok baja untuk pembangunan IKN.

"Siapa bilang Krakatau Steel tidak menyiapkan diri [di pembangunan IKN]? Krakatau Steel sudah ikut rapat-rapat dengan instansi terkait. Pasokan baja untuk IKN, Krakatau Steel yang menyiapkan," ucapnya dalam paparan publik KRAS, Selasa (23/11/2021).


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

BUMN krakatau steel rights issue
Editor : Farid Firdaus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top