Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Konsolidasi Perusahaan Telekomunikasi Untungkan TBIG TOWR Cs, Cek Rekomendasi Sahamnya

Eencana merger perusahaan operator telekomunikasi disebut membawa peluang tersendiri bagi perusahaan menara.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 26 Oktober 2021  |  19:36 WIB
salah satu menara telekomunikasi yang dikelola oleh PT Bali Towerindo Sentra Tbk. - balitower.co.id
salah satu menara telekomunikasi yang dikelola oleh PT Bali Towerindo Sentra Tbk. - balitower.co.id

Bisnis.com, JAKARTA - PT Indo Premier Sekuritas mempertahankan pandangan overweight untuk sektor menara telekomunikasi. Saham pemain utama di sektor menara yaitu PT Sarana Menara Nusantara Tbk. (TOWR) dan PT Tower Bersama Infrastructure Tbk. (TBIG) pun direkomendasikan beli.

Analis Indo Premier Sekuritas Hans Tantio mengatakan fundamental sektor menara telekomunikasi di Indonesia saat ini sangat kuat. Apalagi, rencana merger perusahaan operator telekomunikasi disebut membawa peluang tersendiri bagi perusahaan menara.

“Kami tetap overweight [untuk sektor menara telekomunikasi] karena performa operasional yang kuat. Pengembalian spektrum [dari merger Indosat dan Hutch] dan harga data yang lebih tinggi untuk operator juga menjadi katalis,” tulis Hans dalam riset terbaru yang dipublikasikan lewat Bloomberg, dikutip Selasa (26/10/2021).

Adapun, merger antara PT Indosat Ooredoo Tbk. (ISAT) dan PT Hutchison 3 Indonesia dinilai Hans akan menghasilkan konsolidasi situs menara yang tumpang-tindih sekitar total 25 persen - 30 persen yang akan berdampak negatif bagi sektor menara.

Hal itu diperkirakan bakal menekan TBIG untuk jangka pendek karena memiliki penyewaan sekitar 2.500 menara oleh ISAT sedangkan TOWR sekitar 3.000 menara dari Hutchison. Hans mengingatkan walaupun penyewaan menara sebagian besar merupakan kontrak jangka panjang, tetapi risiko bisa selalu terjadi saat kontrak baru diperbarui.

Kendati demikian, merger ISAT dan Hutch disebut Hans juga bisa mendatangkan katalis positif untuk sektor menara. Pasalnya, terdapat potensi beberapa spektrum milik ISAT dan Hutch setelah merger dikembalikan kepada pemerintah.

Dengan skenario tersebut, entitas merger kedua perusahaan akan diharuskan mengalokasikan lebih banyak order kepada perusahaan menara untuk mempertahankan kapasitas dan area jangkauannya.

“Risiko nantinya berasal dari renegosiasi harga sewa dan pembatalan order baru,” tulis Hans.

Sementara itu, Hans menyebut perusahaan menara telekomunikasi masih dapat menikmati pertumbuhan anorganik setidaknya hingga 2022.

Adapun, TBIG telah menuntaskan akuisisi menara dari PT Inti Bangun Sejahtera Tbk. (IBST) sedangkan TOWR dari PT Indosat Ooredoo Tbk. (ISAT) dan PT Solusi Tunas Pratama Tbk. (SUPR).

Hans pun memberikan rekomendasi beli untuk saham menara TBIG dengan target harga Rp3.400 dan TOWR dengan target harga Rp1.530.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

tower bersama sarana menara nusantara rekomendasi saham emiten menara
Editor : Hafiyyan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top