Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Ilustrasi - Pekerja melakukan penggantian antena pada menara BTS di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, Jakarta. - Antara / R. Rekotomo.
Lihat Foto
Premium

IPO Mitratel: Janji Ekspansi Raja Menara & Kebijakan Dividen Jumbo untuk Investor

Penjamin pelaksana emisi efek IPO raja menara Mitratel dilakukan oleh duet BRI Sekuritas dan Mandiri Sekuritas.
Pandu Gumilar
Pandu Gumilar - Bisnis.com
26 Oktober 2021 | 11:03 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Pencatatan saham perdana atau initial public offering PT Dayamitra Telekomunikasi (Mitratel) semakin terang. Anak usaha PT Telkom Indonesia (persero) Tbk. (TLKM) itu telah menyusun jadwal resmi untuk mencari dana segar Rp24,9 triliun dari lantai bursa.

Dalam prospektus awal, IPO Mitratel dilakukan pada November 2021 mendatang. Akan tetapi, jadwal resmi aksi ini membutuhkan persetujuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Rencana yang sudah terang benar, anak usaha Telkom Indonesia itu akan melepas 25,54 miliar saham ke publik. Jumlah itu setara dengan 29,85 persen dari modal yang disetor dan ditempatkan. Harga yang ditetapkan berkisar Rp775 per saham hingga Rp975 per saham. Dengan skenario ini, maka dana yang terkumpul akan menciptakan rekor baru yang saat ini dipegang oleh PT Bukalapak.com Tbk. (BUKA) yang meraup Rp21,9 triliun.

Setelah IPO, susunan pemegang saham Mitratel menjadi PT Telkom Indonesia Tbk. (TLKM) 70,15 persen atau 60,02 miliar saham, PT Metra Digital Investama 1 saham, dan masyarakat 29,85 persen atau 25,54 miliar saham.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 5 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Atau Berlangganan Sekarang

Silakan pilih paket berlangganan yang anda inginkan untuk terus menikmati konten premium.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top