Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Harga IPO Mitratel Kemahalan? Simak Hitungan Valuasinya!

IPO Mitratel berpotensi memecahkan rekor pendanaan IPO terbesar di Bursa Efek Indonesia. Apakah valuasinya terlalu tinggi?
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 26 Oktober 2021  |  14:57 WIB
Karyawan melintas di dekat layar elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (9/6/2020). Bisnis - Arief Hermawan P
Karyawan melintas di dekat layar elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (9/6/2020). Bisnis - Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA – Serapan pasar terhadap penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) PT Dayamitra Telekomunikasi (Mitratel) diprediksi akan optimal seiring dengan tren kenaikan yang tengah terjadi pada bursa Indonesia.

Analis Kiwoom Sekuritas Sukarno Alatas menjelaskan, prospek jangka panjang IPO Mitratel tergolong bagus mengingat tren pertumbuhan di industri menara seiring dengan kebutuhan yang meningkat dan berkembangnya teknologi.

Ia mengatakan, pasar bisa memperhatikan kinerjanya yang berhasil tumbuh baik dari pendapatannya ataupun laba bersihnya. Kemudian, Mitratel memiliki rasio debt to equity (DER) lebih rendah dibandingkan industrinya yang akan menjadi keunggulan dalam mamaksimalkan laba ke depannya.

Sukarno melanjutkan, pasar diprediksi masih mampu untuk menyerap IPO jumbo seperti Mitratel. Hal ini mengingat potensi investor yang sangat tinggi seiring peningkatan jumlah investor di bursa saham Indonesia dan peluang investor asing masuk di bursa Indonesia.

“Momentum saat ini bisa dibilang tepat mengingat tren pasar sedang dalam tren kenaikan. Kemudian dari kondisi domestik sendiri dari kasus covid Indonesia dlm penurunan ini potensi akan menggaet investor asing untuk bisa masuk di Mitratel,” jelasnya saat dihubungi pada Selasa (26/10/2021).

Adapun, dengan asumsi harga kisaran Rp775 - Rp975, dan estimasi laba bersih terakhir selama semester I disetahunkan, maka perkiraan laba per saham Mitratel ada pada kisaran Rp15,36.

Berdasarkan asumsi tersebut, ia memperhitungkan rasio price to earning (P/E) Mitratel pada kisaran 47,4 kali-59,6 kali. Ini menandakan harga Mitratel tergolong mahal dibandingkan rasio industri sebesar 35,5 kali.

Sementara itu, dari sisi rasio price to book value (PBV) Mitratel berada di kisaran 3,4 kali-4,3 kali berbanding PBV Industri sebesar 5,8 kali. Sementara, rasio enterprise value (EV) dengan EBITDA berada di rentang 15,6 kali – 19,9 kali berbanding rasio industri sebesar 14 kali.

“Dari sisi PBV Mitratel tergolong murah, sementara rasio EV/EBITDA tergolong mahal,” pungkasnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

BUMN ipo rekomendasi saham mitratel
Editor : Hafiyyan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top