Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Royal! Orang Terkaya RI Beli Saham RANC di Atas Harga Pasar

PT Global Digital Niaga atau Blibli mengakuisisi saham RANC dengan harga pelaksanaan Rp2.550, atau di atas harga pasar reguler.
Hafiyyan & Ika Fatma Ramadhansari
Hafiyyan & Ika Fatma Ramadhansari - Bisnis.com 01 Oktober 2021  |  03:40 WIB
Royal! Orang Terkaya RI Beli Saham RANC di Atas Harga Pasar
Miliarder Indonesia Michael Bambang Hartono, salah satu pemilik Djarum Group, berfoto setelah wawancara di Jakarta, Indonesia, pada 21 Agustus 2018. Hartono, salah satu orang terkaya di Indonesia, yang pundi-pundi kekayaannya berasal dari tembakau, perbankan, dan telekomunikasi, adalah seorang taipan dan juga pemain bridge profesional berusia 78 tahun. Bloomberg - Dimas Ardian
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Grup Djarum milik Robert Budi Hartono dan Bambang Hartono melalui PT Global Digital Niaga atau Blibli resmi mengakuisisi saham emiten peritel PT Supra Boga Lestari Tbk. (RANC) pada Kamis (30/9/2021).

Tak tangung-tanggung, entitas grup orang terkaya di Indonesia itu membeli mayoritas saham RANC di atas harga pasar.  Direksi Blibli dalam pemberitahuan di Harian Bisnis Indonesia menyebutkan, pada 30 September 2021, Global Digital Niaga telah menyelesaikan pengambilalihan 797.888.628 (797,88 juta) saham RANC, atau sekitar 51 persen dari modal ditempatkan dan disetor.

Saham-saham tersebut dibeli dengan harga Rp2.550, sehingga total transaksi pengambilalihan mencapai Rp2,03 triliun.

Blibli mengakuisisi kepemilikan dari 7 entitas pemegang saham RANC, yakni PT Wijaya Sumber Sejahtera, PT Prima Rasa Inti, PT Gunaprima Karyaperkasa, PT Ekaputri Mandiri, Dr. David Kusumodjojo, Suhamo Kusumodjojo, dan Harman Siswanto.

Berdasarkan data Bloomberg, pada Kamis (30/9/2021), saham RANC terpantau menguat 3,42 persen ke level Rp2.420 pada akhir perdagangan, setelah seharian bergerak di rentang Rp2.340-Rp2.420. Artinya, akuisisi oleh Blibli di harga Rp2.550 di atas harga pasar.

Transaksi saham RANC di pasar reguler tercatat mencapai 5,18 juta lembar saham dengan nilai transaksi Rp12,47 miliar. Namun, di pasar negosiasi, terdapat transaksi sebanyak 811,1 juta lembar saham dengan nilai transaksi Rp2,1 triliun. Di mana transaksi itu hampir seluruhnya dilakukan oleh investor domestik.

Berdasarkan data RTI, top sellers maupun top buyers saham RANC di pasar negosiasi adalah BCA Sekuritas dengan kode broker SQ. Seperti diketahui, BCA Sekuritas merupakan entitas PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA), yang merupakan bagian Grup Djarum.

Untuk diketahui, pasar negosiasi adalah perdagangan antar pemegang saham yang dilakukan secara individu. Namun, proses jual beli tetap melalui perusahaan sekuritas dan tercatat dalam sistem perdagangan efek.

Sementara itu, sepanjang tahun berjalan harga saham Supra Boga terpantau telah mengalami peningkatan 455,05 persen, dengan kapitalisasi pasar saat ini mencapai Rp3,79 triliun.

Menurut Direksi Global Digital Niaga, tujuan rencana pengambilalihan adalah untuk pengembangan usaha dan perluasan ekosistem perseroan sebagai salah satu perusahaan e-commerce terkemuka di Indonesia.

Adapun, penerima manfaat dari Global Digital Niaga atau Blibli adalah dua orang terkaya di Indonesia pemilim Grup Djarum, yakni Robert Budi Hartono dan Bambang Hartono.

Sebagai akibat dari pengambilalihan, Global Digital Niaga akan melaksanakan penawaran tender wajib sesuai dengan peraturan OJK no.9/2021.

PT Global Niaga atau Blibli, mengumumkan pada Rabu (15/9/2021) telah terjadi penandatanganan Perjanjian Pengikatan Pembelian Saham dalam PT Supra Boga Lestari Tbk.

Hal ini sehubungan dengan rencana Blibli untuk melakukan pengambilalihan atau akuisisi perusahaan pengelola Ranch Market tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

djarum supra boga lestari blibli.com budi hartono michael hartono
Editor : Hafiyyan
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top