Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

2 Pilar Ini Jadi Strategi Mitra Adiperkasa (MAPI)

Pada paruh pertama 2021, emiten berkode saham MAPI tersebut mencetak kinerja yang baik ditopang dengan penjualan pada momen lebaran. 
Ika Fatma Ramadhansari
Ika Fatma Ramadhansari - Bisnis.com 19 Agustus 2021  |  19:05 WIB
2 Pilar Ini Jadi Strategi Mitra Adiperkasa (MAPI)
Mitra Adiperkasa Tbk. (MAPI)
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten ritel, PT Mitra Adiperkasa Tbk. berpegang pada strategi dua pilar yang dinilai akan memberikan potensi pendapatan kuartalan yang konsisten untuk perseroan pada 2021. 

Wakil Presiden Direktur Mitra Adiperkasa V.P. Sharma dalam paparan publik mengungkapkan pada paruh pertama 2021, emiten berkode saham MAPI tersebut mencetak kinerja yang baik ditopang dengan penjualan pada momen lebaran. 

Pada momen puasa Ramadan dan lebaran Idulfitri pada bulan April dan Mei 2021 itu terpantau meningkatkan penjualan bersih perseroan. Sharma menyampaikan pada April 2021 MAPI mencatatkan Rp1,54 triliun dan kemudian  terus meningkat pada Mei menjadi Rp1,84 triliun. 

“Saya berpendapat, karena pendapatan positif pada saat lebaran dan kinerja yang kuat pada semester pertama 2021. Kami yakin berada pada jalur yang tepat untuk kembali kuat,” ungkap Sharma pada paparan publik MAPI yang dilaksanakan pada Kamis (19/8/2021). 

Namun sayangnya dengan bertambahnya jumlah penderita Covid-19 setelah lebaran yaitu Juni 2021, dan pemerintah mulai menetapkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM), penjualan bersih perseroan pun turun menjadi Rp1,44 triliun. 

Oleh karena PPKM yang berlanjut hingga Agustus ini perseroan pun mengungkapkan lebih berhati-hati terkait ekspektasi kinerja perseroan pada kuartal III/2021.

“Kami berharap bahwa kami membalikkan keadaan pada kuartal IV/2021,” ujar Sharma. 

Terlepas dari tantangan saat pandemi, perseroan pun mengandalkan strategi 2 pilar agar kinerja perseroan terjaga hingga akhir tahun. Pilar pertama adalah memaksimalkan potensi model Unified Retail bersama dengan MAP Club. 

Hal ini menurut Sharma sesuai dengan tujuan perseroan yaitu mendekatkan hubungan dengan para pelanggan untuk memberikan apa yang mereka inginkan, kapan pun dimana pun. 

Unified Retail ini dijelaskan sebagai bentuk konsolidasi semua traffic perusahaan ke MAP Club yang beranggotakan 4,3 juta untuk analisis kualitatif pelanggan. MAP Club disebutkan Sharma sebagai perekat yang menghubungkan model Unified Retail perseroan. 

Model tersebut juga terdiri dari MAP offline, MAP online, MAP Market Place dan MAP WhatsApp chat.

Sepanjang semester I/2021, MAPI mengungkapkan terdapat 115 gerai offline baru. Sedangkan untuk penjualan online, perseroan juga mencatatkan pertumbuhan dari tahun ke tahun.

Adapun kontribusi penjualan digital terhadap total penjualan pada 2019 sebesar 2,1 persen. Lalu meningkat pada 2020 menjadi 10,3 persen dan pada semester I/2021 tercatat sebesar 11,6 persen. 

Pilar kedua yang menjadi strategi perusahaan adalah membangun landasan pertumbuhan jangka panjang melalui investasi merek baru, bisnis baru, dan pasar baru yang akan menambah kekuatan dan skala pendapatan perseroan di masa depan. 

Sharma mengatakan pada tahun ini perseroan telah bekerjasama dengan empat merek baru  yaitu produk kecantikan Innisfree, Laneige, dan Sulwhasoo, dan juga merek Boots. 

Selain itu ungkapnya perseroan juga telah meluncurkan gerai multi-brand teknologi digital pertamanya yaitu Digiplus. Tak hanya di Indonesia, Sharma juga mengungkapkan bahwa MAPI juga melakukan ekspansi ke pasar Asia, diantaranya Vietnam, Thailand, dan Filipina. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

mitra adiperkasa mapi emiten ritel
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top