Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

BEI Kantongi 25 Calon Emiten dalam Pipeline IPO, Mayoritas Aset Jumbo

Hingga 28 Juli 2021 terdapat 25 perusahaan dalam pipeline IPO di Bursa Efek Indonesia. Sejumlah 14 perusahaan di antaranya memiliki aset berskala besar.
Pekerja melintasi papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (1/2/2021). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti
Pekerja melintasi papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (1/2/2021). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengantongi 25 perusahaan dalam daftar tunggu atau pipeline penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO).

Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna menyampaikan hingga 28 Juli 2021 terdapat 25 perusahaan dalam pipeline IPO di bursa.

Merujuk kepada POJK No. 53/POJK.04/2017, terdapat 4 perusahaan beraset skala kecil atau sampai dengan Rp50 miliar, 7 perusahaan aset skala menengah atau antara Rp50 miliar sampai Rp250 miliar, dan 14 perusahaan aset skala besar atau di atas Rp250 miliar.

“Di pipeline saham bursa masih terdapat 25 perusahaan yang didominasi oleh perusahaan dengan skala menengah dan besar,” kata Nyoman, Rabu (28/7/2021).

Dilihat dari sektornya calon emiten tersebut sebanyak 6 perusahaan berasal dari sektor consumer cyclicals, 5 perusahaan sektor industrial, 3 perusahaan sektor consumer non cyclicals.

Selanjutnya terdapat masing-masing dua perusahaan dari sektor teknologi, transportasi, dan logistik, kesehatan, energi, serta keuangan. Sedangkan sisanya satu perusahaan berasal dari sektor basic materials.

BEI mencatat hingga 28 Juli 2021 terdapat 26 perusahaan baru yang mencatatkan sahamnya di bursa sejak awal tahun. Total dana yang terhimpun lewat IPO tersebut mencapai Rp7,66 triliun atau melesat 99,48 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu senilai Rp3,84 triliun.

Sementara itu, calon emiten tambang batu bara PT Prima Andalan Mandiri Tbk. akan go public dengan melakukan penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO).

Berdasarkan prospektus yang diterbitkan lewat harian Bisnis Indonesia hari ini, Rabu (28/7/2021), perseroan berencana menerbitkan sebanyak-banyaknya 355,56 juta saham biasa atas nama atau mewakili 10 persen dari modal ditempatkan dan disetor setelah IPO.

Nilai nominal saham ditetapkan senilai Rp100 sementara harga penawaran ditetapkan pada rentang Rp1.420-Rp1.600 per saham. Dengan demikian, perseroan berpotensi mengantongi dana segar hingga Rp568,89 miliar.

Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek PT Buana Capital Sekuritas. Sedangkan penjamin emisi efek akan ditentukan kemudian.

Perseroan menetapkan rencana masa penawaran awal pada 28 Juli - 16 Agustus 2021 dan tanggal efektif pada 30 Agustus 2021.

Masa penawaran umum direncanakan pada 1 - 3 September 2021 dengan tanggal penjatahan pada 3 September 2021. Tanggal pengembalian uang pemesanan dan distribusi saham secara elektronik akan dilakukan pada 6 September 2021. Saham perseroan akan tercatat di Bursa Efek Indonesia pada 7 September 2021.

PT Prima Andalan Mandiri Tbk. merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan batu bara berdiri pada 1 Juni 2005.

Operasional tambang perseroan terletak di kecamatan Sesayap Hilir, kabupaten Tana Tidung dan kecamatan Sembakung, kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, sekitar 100 km dari Tanjung Selor, Kalimantan Utara.

Batu bara perseroan masuk dalam kategori sub-bituminus dengan nilai kalori berkisar antara 4.600 kkal/kg sampai dengan 5.100 kkal/kg GAR yang memiliki kadar abu dan sulfur yang relatif rendah sehingga dapat dikategorikan sebagai batu bara yang ramah lingkungan.

Pada 2020, pendapatan neto perseroan mencapai US$298,97 juta dengan penjualan batubara menyumbang sebesar 87 persen terhadap total pendapatan bersih.

Batu bara Mandiri Coal dipasarkan di China, India dan Asia Tenggara, dengan beberapa pelanggan besar seperti Adani Global FZE, Trafigura Pte Ltd dan Caravel Carbons Ltd.

Sementara itu, perusahaan pengangkutan LNG, PT GTS Internasional (GTSI) bersiap melakukan penawaran umum saham perdana atau IPO di Bursa Efek Indonesia.

Dalam keterangan manajemen, GTSI berpengalaman 30 tahun memasok LNG sebagai sumber energi berkelanjutan. Anak usaha PT Humpuss Intermoda Transportasi Tbk. (HITS) ini pun berkembang ke sektor infrastruktur dan logistik.

Mengutip laporan keuangan HITS per Desember 2020, sejumlah 99 persen saham GTSI yang bergerak dalam usaha jasa sewa kapal dikuasai oleh HITS. Total aset GTSI per Desember 2020 mencapai US$52,44 juta, naik dari US$47,53 juta pada 2019.

"Saat ini, GTS Internasional sedang mempersiapkan diri menjadi perusahaan terbuka, untuk menjadi lebih tangguh ikut berperan membangun bangsa," papar manajemen, seperti dikutip dari pengumuman di Harian Bisnis Indonesia, Rabu (28/7/2021).

GTSI menyebutkan perusahaan merupakan pelopor pengoperasian Floating Storage Regasification Unit (FSRU), infrastruktur penyedia LNG bagi kebutuhan pembangkit listrik. GTSI berperan pada 4 dari 5 FSRU yang beroperasi di Indonesia, dan mengedepankan zero tolerance terhadap risiko operasional dan lingkungan.

Kebutuhan LNG yang diperkirakan terus meningkat seiring dengan tren transisi energi bersih siap dimanfaatkan PT GTS Internasional (GTSI) dalam meningkatkan kapasitas bisnisnya.

Presiden Direktur GTSI Kemal Imam Santoso mengatakan gas alam cair (liquefied natural gas/LNG) memiliki prospek yang cerah karena mampu menghasilkan energi bersih, khususnya untuk pembangkit listrik. Dia pun berkomitmen untuk memastikan proses pengangkutan dan penyediaan infrastruktur LNG berjalan lancar.

“LNG ini termasuk clean energy dan eco friendly. Meskipun seakan-akan banyak berperan di belakang layar, bisnis kami sangat penting untuk mendukung pasokan LNG, misalnya untuk PLN,” katanya kepada Bisnis, Selasa (27/7/2021).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Dwi Nicken Tari
Editor : Hafiyyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper