Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Dirut BEI: 3 Unikorn Bisa IPO Tahun ini di Bursa

Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Inarno Djajadi mengatakan Bursa bersama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan melakukan diskusi intens untuk merumuskan regulasi soal initial public offering (IPO) startup. Rencananya, ada 2-3 unikorn siap IPO pada 2021.
Hafiyyan & Dhiany Nadya Utami
Hafiyyan & Dhiany Nadya Utami - Bisnis.com 01 Juli 2021  |  16:05 WIB
Dirut BEI: 3 Unikorn Bisa IPO Tahun ini di Bursa
Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia Inarno Djajadi saat paparan dalam Media Gathering Pasar Modal 2020, Selasa (1/12 - 2020)

Bisnis.com, JAKARTA - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menargetkan unikorn dapat mulai merealisasikan IPO pada 2021 seiring dengan rampungnya regulasi khusus.

Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Inarno Djajadi mengatakan Bursa bersama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan melakukan diskusi intens untuk merumuskan regulasi soal initial public offering (IPO) startup.

"Mudah-mudahan tahun ini ada 2-3 unikorn listed di bursa kita. Kami sudah melakukan diskusi intens soal regulasi yang memungkinkan startup IPO," paparnya dalam webinar MNC Sekuritas, Kamis (1/7/2021).

Sementara itu, per semester I/2021, BEI sudah kedatangan 23 perusahaan tercatat baru. Dalam pipeline IPO, masih ada 24 perusahaan yang akan masuk Bursa.

Inarno berharap 24 perusahaan di dalam pipeline IPO dapat merealisasikan aksi korporasinya pada tahun ini.

Sebelumnya, Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna menyampaikan perusahaan startup termasuk unikorn boleh memilih menggunakan sistem SHSM ataupun tidak. Seperti diketahui, SHSM atau MVS merupakan praktik umum di perusahaan rintisan.

"Untuk perusahaan-perusahaan yang boleh menggunakan MVS, saya garis bawahi boleh memilih menggunakan atau tidak MVS tersebut. Jadi tidak semua ecommerce menyatakan akan menggunakan karena itu sebuah pilihan," paparnya, Selasa (29/6/2021).

Nyoman menjelaskan kalau perusahaan itu memilih untuk menggunakan MVS, maka harus dicantumkan di anggaran dasarnya terlebih dulu.

"Dalam hal mereka kita kaitkan dengan peraturan MVS, hal itu menjadi pilihan. Boleh saja perusahaan menyatakan tidak butuh karena setiap perusahaan memiliki karakteristik tersendiri," imbuhnya.

Terkait regulasi IPO perusahaan rintisan dan unikorn, Bursa bekerja sama dengan intens bersama OJK sebagai patner utk berdiskusi merusmuskan regulasi. Selanjutnya, perkembangan yang terakhir adalah role making role proses sudah selesai, dan OJK saat ini sedang memfinalisasi.

"Tentu bagi kami dan OJK ingin peraturan ini segera terbit dalam hal tidak ada tanggapan yang substansial dari para stake holder. Harapan kami, akan lebih cepat lebih baik."

Pelaku pasar tentunya menantikan kehadiran unikonr ke BEI. Berdasarkan dokumen Mini Public Expose Mei 2021 yang diperoleh Bisnis, disebutkan bahawa Bukalapak akan menjalani masa bookbuilding & roadshow mulai 28 Juni 2021 dan direncanakan melantai di Bursa Efek Indonesia pada 29 Juli 2021.

Perusahaan yang saat ini dipimpin oleh Rachmat Kaimuddin ini bakal menggunakan kode ticker BUKA. Diperkirakan nilai IPO BUKA mencapai Rp11,2 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bursa efek indonesia ipo bukalapak Unicorn Goto
Editor : Hafiyyan

Artikel Terkait



Berita Lainnya

    Berita Terkini

    back to top To top